Siswa Diniyah Athfal Ponpes Shidiqiin Wara`

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Niat dari Pendiri dan Pengasuh adalah Jihad

Melalui PP Shidiqiin Wara`Pendiri dan Pengasuh PPSW berniat Jihad di Jalan Allah meninggikan Kalimat Allah.

Halangan dan Tantanga Dakwah PP Shidiqiin Wara` 3

Setiap Halangan dan Tantangan dilalui dengan Sabar sehingga PPSW berjalan puluhan tahun.

Kyai Muhammad Syechan Pendiri PP Shidiqiin Wara`

Tenaga.Pikiran dan Harta untuk Dakwah di Lingungan Purwojati Melalui PP Shidiqiin Wara`.

Pager Bangsa-Pengajian Gerakan Kebangsaan 5

Pager Bangsa diadakan pertama kali untuk anggota Pemuda Pakarti Purwojati dalam ikut membangun NKRI.

Tampilkan postingan dengan label Santri-Pondok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri-Pondok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Maret 2016

Santri Kembali Belajar ke PPSW Karena Keunggulan Mutunya

PP.Shidiqiin Wara` (PPSW) Purwojati. Santri Kembali Belajar ke PPSW Karena Keunggulan Mutunya

Banyaknya minat santri yang telah dipengaruhi agar tidak belajar di PP Shidiqiin Wara` Purwojati lalu mereka meninggalkan Ponpes karena pengaruh tersebut kembali belajar ke ponpes. Setelah orang tua mengetahui akibat mengikuti pengaruh tersebut anak-anak mereka maupun keluarga mereka banyak yang berubah baik maslah moral maupun kecerdasan

Pengurus Ponpes Shidiqiin Wara` menerima santri kembali belajar di ponpes dengan senang . Pengurus ponpes akan terus meningkatkan kemampuan dan akhlak para santri sesuai program Kurikulum Shidiik. Kurikulum Shidik adalah kurikulum universal yang dibutuhkan dimasa depan di dunia maupun masadepan diakhirat.

Kurikulum Shidik merupakan penyempurnaan kurikulum yang dipakai oleh Kyai Muhammad Syechan dalam menyelenggarakan pendidikan diniyah semasa beliau hidup. Kurikulum ini terbukti lebih unggul dari kurikulum KTSP, maupun kurikulum 2013 (Kurikulum Nasional)

Jumat, 11 Maret 2016

Amaliyah Baca AL-Kahfi Melindungi PPSW dari Dajal dan Pengikutnya

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati  Amaliyah Baca AL-Kahfi Melindungi PPSW dari Dajal dan Pengikutnya


Dajal takut dengan Al-Kahfi #PPSW Purwojati
Setiap nabi-nabi yang membawa risalah kerasulan maka akan diberi peringatan oleh Allah SWT akan bahaya datangnya dajal. Begitu pula Nabi Muhammad SAW.  Dajal merupakan seberat-beratnya ujian bagi umat Islam. Sehingga setiap umat Islam diperintahkan untuk selalu waspada akan datangnya dajal dan perbuatan pengikut-pengikutnya.


Keluarnya Dajjal merupakan di antara tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah seberat-beratanya ujian yang akan dihadapi manusia.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946) An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”[2]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia lalu memuji Allah karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda,
إِنِّى لأُنْذِرُكُمُوهُ ، وَمَا مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ ، وَلَكِنِّى أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِىٌّ لِقَوْمِهِ ، تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
“Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh ‘alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta“. (HR. Bukhari no. 3337 dan Muslim no. 169)
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)
Dalam sebuah hadits shahih, dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يا أيها الناس ! إنها لم تكن فتنة على وجه الأرض منذ ذرأ الله ذرية آدم أعظم من فتنة الدجال و إن الله عز و جل لم يبعث نبيا إلا حذر أمته الدجال و أنا آخر الأنبياء و أنتم آخر الأمم و هو خارج فيكم لا محالة
“Wahai sekalian manusia, sungguh tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam. Tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kalian juga ummat yang paling terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian.” (Dikeluarkan dalam Shahih Al Jaami’ Ash Shoghir no. 13833. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Pesan Pimpinan PPSW Purwojati: Ada Dajalisme

Pengertian Dajal
DALAM bahasa Arab, istilah dajjal lazim digunakan untuk menyebut “nabi palsu”. Namun, istilah ad-Dajjal, yang dimaksudkan di sini merujuk pada sosok “pembohong” yang muncul menjelang dunia berakhir atau kiamat. Sosok itu juga disebut sebagai al-Masih ad-Dajjal; yang dimaksudkan di sini adalah “Al-Masih Palsu”. Menurut beberapa sumber, istilah ini berasal dari istilah Syria, yakni Meshiha Deghala yang telah menjadi kosakata umum di Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum al-Qur’an diturunkan.
Dalam kamus Lisân al-‘Arab, dikemukakan bahwa Dajjal berasal dari kata dajala, artinya menutupi. Mengapa dikatakan menutupi? Karena ia adalah pembohong yang akan menutupi segala kebenaran dengan kebohongan dan kepalsuannya. Dikatakan “menutupi” karena Dajjal kelak akan menutupi bumi dengan jumlah pengikutnya yang sangat banyak. Ada juga yang berpendapat bahwa Dajjal kelak akan menutupi manusia dengan kekafiran atau ingkar terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah Swt.
Menurut Al-Qur’an
Lalu, siapakah sesungguhnya Dajjal menurut rujukan utama dan pertama kita dalam menggali berbagai informasi, utamanya berkaitan dengan agama, yakni al-Qur’an al-Karim? Sayangnya, kata Dajjal ini tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an. Namun, sumber kedua kita, yakni hadits Nabi Muhammad Saw. banyak menginformasikan tentang Dajjal ini.
Mengapa Dajjal tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an? Pertanyaan ini perlu kita jawab terlebih dahulu sebelum menelusuri informasi tentang Dajjal dari hadits Nabi Saw. Jawaban yang sesungguhnya, sudah barang tentu, hanya Allah Swt. Yang Maha Mengetahui. Namun, para ulama memberikan pendapat mengenai hal ini.
Penyebutan Dajjal di dalam al-Qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat sebagai berikut:
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula).” (QS al-An’âm [6]: 158).

Dalam ayat tersebut diatas tersirat dajal dari yang tersurat beberapa ayat Tuhan-Mu. Dari kata tersebut kalau dihubungkan dengan hadits maka akan diketahui salah satunya adalah Dajjal.


HADITS – HADITS TENTANG FITNAH DAJJAL



“Segolongan dari umatku akan senantiasa saling membunuh di atas kebenaran kepada gologan yang menentangnya, hingga akhirnya Al-Masih membunuh Dajjal. (takhrij hadits oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab “Ash-shahihah” nomor (I959)
“Dajjal tidak akan muncul hingga manusia lupa mengingatnya dan hingga pemimpin-pemimpin tidak menyebutnya lagi di atas mimbar” (Imam Al Haitsami berkata dalam kitab “Majma az-Zawaid'(7335): (dikeluarkan oleh Abdullah ibnu Ahmad dari riwayat Biqiyyah dari Shafwan ibnu Amr. Hadits ini shahih sebagaimana Ibnu Ma’in dan Biqiyyah katakan, dan rijalun sanadnya terpercaya)
“Dajjal datang dan menginjakkan kakinya di bumi kecuali di Makkah dan Madinah. Lalu ia mendatangi Madinah, tetapi ia mendapati setiap celahnya ada barisan malaikat. “ Hadits ini telah ditakhrij oleh Syaikhain dan imam-imam lainnya dari Anas ibnu Malik radhivallahu ‘anhu & Syaikh Al-Albani dalam kitab “Ash-shahihah” nomor (I959)

1.) Dari Abdullah ibnu Mughaffal  ia mengatakan bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga terjadinya hari kiamat, sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorang pun mengatakanya sebelumku. Dia itu adalah dari golongan manusia dengan rambut keriting, mata kirinya buta, di atas mata kanannya ada alis yang tebal, dan ia mampu menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang-belang, dan dia akan berkata: “Saya adalah tuhanmu,” – Maka barang siapa yang mengatakan, “Saya adalah tuhanmu” maka tidak akan terjadi fitnah pada dirinya. Dan barang siapa yang mengatakan, “Kamu adalah tuhanku”, maka dia akan tertimpa fitnah. Dia akan bersama kalian sesuai kehendak Allah, kemudian Allah mengutus Isa ibnu Maryam untuk membenarkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, selaku pemimpin yang memberi  petunjuk dan penengah yang adil, lalu dia akan membunuh Dajjal.” (Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam kitab “Al-Kabir” dan kitab “Al Ausath”. Dan sanadnya tsiqah. )

2.) Sesungguhnya dajjal mata kirinya juling, diatasnya terdapat alis yang tebal, dan tertulis di antara kedua matanya: kafir) (Hadits Shahih riwayat Imam Ahmad (3/115 dan 201)
3.) Dari Huzaifah, ia berkata bahwa Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya saya tidak pernah sekhawatir akan fitnah yang terjadi pada kalian selain fitnah Dajjal. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari fitnah ini sehingga ia pun tidak akan selamat darinya, Suatu fitnah tidak diciptakan di muka bumi ini – baik sebesar maupun kecil – kecuali untuk menambah fitnah Dajjal. (Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Ahmad (5/389) dan Ibnu Hibban (1897) Lafazhnya: “Sesungguhnya tidak ada fitnah yang kecil maupun yang besar kecuali fitnah Dajjal.” Dengan tambahan: “Tertulis di antara ke dua matanya: kafir.” Imam Muslim menambahkan (8/195): “Tulisan itu terbaca oleh setiap mukmin yang mampu menulis dan tidak mampu menulis.” Tambahan ini menurut Imam Hambal (51/1) dari jalur lain.
4.) Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: “Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang si juling yang pendusta, dan ketahuilah bahwa Dajjal itu juling, sedangkan Tuhanmu tidak juling. Tertulis di antara kedua matanya –kafir– (mampu dibaca oleh setiap muslim).” (Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Bukhari (13/85), Imam Muslim (8/195), Abu Daud (92/213), At-Tirmidzi (2246), dan menshahihkannya, Imam Ahmad (3/103 dan 173, 276 dan 290) Imam Hambal (51/2), Ibnu Khuzaimah dalam kitab “At-Tauhid” (hal.32), Ibnu Mandah (97/1) dan tambahan oleh Imam Muslim dan Ahmad dan yang lainnya.
Binasanya Dajjal
Dajjal akan mati di tangan al-Masih ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa hadits shahih. Hal itu bahwa Dajjal akan berkelana di seluruh permukaan bumi, kecuali Makkah dan Madinah, pengikutnya sangat banyak, fitnahnya menyeluruh dan tidak ada yang selamat darinya kecuali sedikit saja dari kaum mukminin, di saat itu turunlah Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam di atas menara timur di Damaskus, sementara hamba-hamba Allah yang beriman berkumpul di sekelilingnya hingga beliau berjalan bersama mereka menuju Dajjal. Adapun Dajjal sedang menghadap ke Baitul Maqdis ketika Nabi ‘Isa turun, lalu Nabi ‘Isa mendapatinya di pintu Ludd. Ketika Dajjal melihatnya, maka dia akan mencair seperti garam yang larut. Kemudian ‘Isa Alaihissallam berkata, “Sesungguhnya aku memiliki satu pukulan untukmu, engkau tidak akan luput dariku, akhirnya ‘Isa mendapatkannya dan membunuhnya dengan tombak dan para pengikutnya kalah, sehingga orang-orang yang beriman mengejar dan membunuh mereka hingga pepohonan dan bebatuan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini seorang Yahudi di belakangku, kemari, bunuh dia!” Kecuali gharqad karena ia adalah pohon orang Yahudi”. [8]
Pada kesempatan ini kami uraikan beberapa hadits yang menjelaskan kebinasaan Dajjal dan para pengikutnya
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِيْ أُمَّتِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ، فَيَطْلُبُهُ، فَيُهْلِكُهُ.
Dajjal akan muncul pada umatku… (lalu dia menuturkan hadits, dan di dalamnya:) lalu Allah mengutus ‘Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah ‘Urwah bin Mas’ud, kemudian dia mencarinya dan membinasakannya.’” [9]
Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan dari Majma’ bin Jariyah al-Anshari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُدٍّ.
‘Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.” [10]
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu anhu, sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal… dan di dalamnya terdapat kisah turunnya Nabi ‘Isa dan terbunuhnya Dajjal, dan di dalamnya ada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang kafir yang mencium aroma nafasnya akan mati, dan aroma nafas-nya dapat tercium sejauh pandangannya. Lalu dia mencarinya, sehingga men-dapatkannya di pintu Ludd, kemudian dia membunuhnya.” [11]
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya dia berkata, “Dajjal akan muncul pada saat agama sudah tidak diperhatikan dan ilmu (agama) sudah ditinggalkan…” (lalu beliau menuturkan hadits, dan di dalamnya ada ungkapan:) “Kemudian Nabi ‘Isa bin Maryam turun, lalu beliau berseru pada waktu sahur, dia berkata, ‘Wahai manusia, apa yang menghalangi kalian untuk keluar menghadapi si pendusta lagi buruk ini?’ Mereka berkata, ‘Ini seorang laki-laki dari bangsa jin.’ Akhirnya mereka semua pergi. Tiba-tiba mereka berjumpa dengan Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian iqamah shalat dikumandangkan. Dikatakan kepadanya, ‘Majulah untuk meng-imami kami, wahai Ruuhullaah!’ Beliau berkata, ‘Hendaknya imam kalian yang maju, dan menjadi imam bagi kalian,’ kemudian seusai melakukan shalat Shubuh, mereka semua keluar menemuinya (Dajjal).’ Beliau (Rasul) bersabda, ‘Ketika si pendusta melihatnya (Nabi ‘Isa), maka dia akan mencair bagaikan garam yang mencair di dalam air. Selanjutnya dia berjalan menujunya, lalu membunuhnya hingga pepohonan dan bebatuan berkata, ‘Wahai Ruuhullaah, ini orang Yahudi,” maka dia tidak meninggalkan seorang pun yang mengikutinya (Dajjal) melainkan dia membunuhnya.”[12]
Dengan terbunuhnya Dajjal -semoga Allah melaknatnya- oleh Nabi ‘Isa, maka berakhirlah fitnah yang besar, dan Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman dari kejelekannya dan kejelekan para pengikutnya melalui tangan Ruuhullaah dan Kalimatullaah, ‘Isa bin Maryam q dan para pengikutnya yang beriman, hanya milik Allah-lah segala puji dan karunia.
AMALAN AGAR TERHINDAR DARI DAJJAL
Banyak hadits-hadits Nabi saw yang menjelaskan keutamaan surat al-Kahfi, antara lain:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Dari Abu Darda, dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi maka dia akan dijaga dari Dajjal (HR: Muslim)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan dapat dikuasainya. (HR: Muslim)


عن أبي الدرداء عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) أنه قال ( من قرأ عشر آيات من آخر سورة الكهف عصم من فتنة الدجال )

Dari Abu Darda, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir surat al-Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal”
Dan berikut adalah lafadz bacaan doa mohon perlindungan dari fitnah dajjal selengkapnya:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.
 Artinya :
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”
Hampir seluruh nabi mewasiatkan kepada kaumnya untuk berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal, sebab orang yang mengalami zaman Dajjal akan mendapat ujian iman yang begitu berat. Selain hadits-hadits di atas yang berisi pesan agar kita membaca surat al-Kahfi dan terhindar dari fitnah Dajjal, Rasulullah saw pun menyuruh kita membaca doa perlindungan dari fitnah Dajjal pada saat tahiyat akhir dan sebelum salam dalam shalat-shalat kita.

Lalu, apa hubungannya fitnah Dajjal (akhir zaman) dengan surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan dari fitnah Dajjal?

Dalam surat al-Kahfi terdapat empat kisah:

Kisah pertama; tentang sekelompok anak muda yang beriman kepada Allah SWT dan hidup di tengah pemerintahan yang zhalim, mereka menawarkan Islam namun ditolaknya, kemudian mereka dikejar-kejar, lalu berlindung di gua (kahfi) dan tertidur selama 309 tahun, kemudian tatkala bangkit kembali, keadaan negeri berubah jauh dari sebelumnya dan penduduknya telah beriman kepada Allah. (ayat 14-18)

Kisah Kedua, tentang seorang shohibul Jannatain (pemilik dua kebun) yang telah diberi nikmat Allah, namun mengingkari nikmat itu, dan melupakan Allah serta hari kiamat karena terlena dengan harta meskipun sudah diperingatkan saudaranya. (Ayat 32-42)

Kisah ketiga, Kisah Nabi Musa as dan Khidr, tatkala Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, “Siapakah orang paling alim (pintar) di bumi ini?” Musa menjawab bahwa dirinya-lah orang yang paling pintar di dunia. Kemudian Allah mengingatkan nabi Musa as bahwa ada hamba Allah yang lebih pintar dan alim dari dirinya, yang kemudian Musa as pun memohon kepada Allah agar ditunjukkan tempat Khidr yang berada di antara dua pertemuan laut (Majma’ al-bahrain). Namun setelah menuntut ilmu kepada Khidr, Musa as pun tidak tahan dengan sikap Khidr as.(ayat 62-70)

Kisah keempat, tentang Zulkarnain seorang raja yang adil dan menebarkan kebenaran ke seluruh negeri-negeri, hingga bertemu dengan suatu kaum yang hampir tidak dapat dimengerti bahasanya. Namun meskipun beliau mempunyai kekuasaan dan kemampuan, dalam melaksanakan tugasnya beliau masih tetap meminta pertolongan dari pihak lain karena ketawadhuannya. “maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka” (ayat 95)
PP Shidiqiin Wara` ` Purwojati Dalam Melindungi Dari Dajjal dan Pengikutnya
Pondok Pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati selalu memperingatkan kepada santri-santrinya akan bahaya Dajal dan pengikut-pengikutnya. Kalau Dajal sudah jelas ciri - ciri fisik dan tanda-tanda datangnya Dajal. Namun untuk mengenali pengkut-pengikut Dajal atau orang yang mendukung baik langsung atau tidak langsung tindakan Dajal. 
Pengikut-pengikut Dajal adalah orang-orang yang selalu memusuhi dakwah penegakkan Islam (Dajalisme). Kalau ada lembaga pendidikan keagamaan (Ponpes) dimusuhi karena dipengaruhi oleh orang lain agar ikut memusuhi Ponpes kami maka itu merupakan tanda-tanda pengikut dajal baik diosari atau tidak. Maka bagi kami akan selalu untuk berusaha melindunginya dengan amaliyah membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jumat. 
Disamping itu, bacaan tersebut diniatkan untuk menghancurkan mereka yang terus-terusan memusuhi dakwah seseorang atau lembaga dakwah tanpa dasar yang kuat. Hal ini dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren PPSW, Raras Wuri untuk melindungi dakwah berdasarkan Manhaj Al-Quran dan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Selain itu juga untuk melaksankan pesan dar almarkhum Kyai Muhammad Syechan dan Nyai Rukiyah untuk tetap menjaga ponpes dan menjadikannya sebagai pusat dakwah Islam yang sudah dilakukan dari jaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir dan dari berbagai sumber
_______
Footnote
[1]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan (II/195, Syarh an-Nawawi), dan Jaami’ at-Tirmidzi fi Tuhfatil Ahwadzi (VIII/449).
[2]. Beliau adalah Rafi’ bin Mahran ar-Rayyahi, pernah menjadi tuan bagi al-Hasan al-Bashri yang merupakan salah satu tokoh Tabi’in, mendapatkan zaman al-Jahiliyyah dan masuk Islam setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meriwayatkan dari banyak Shahabat Radhiyallahu anhum, dan wafat pada tahun 90 H rahimahullah.
Lihat biografinya dalam Tahdziibut Tahdziib (III/284-285).
[3]. Tafsiir al-Qurthubi (XV/325).
[4]. Fat-hul Baari (XIII/92).
[5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan, bab La Yadkhulud Dajjal al-Madinah (XIII/101, al-Fat-h).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fadhaa-il, bab Fadhaa-il Abi Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu (XV/155, Syarh an-Nawawi).
[7]. Fat-hul Baari (XIII/91-92, al-Fat-h).
[8]. Ludd adalah sebuah daerah di Palestina dekat Baitul Maqdis.
Lihat Mu’jamul Buldaan (V/15).
[9]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/128-129) tahqiq Dr. Thaha Zaini.
[10]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/75-76, Syarh an-Nawawi).
[11]. Al-Fat-hur Rabbaani Tartiibu Musnad Ahmad (XXIV/83), dan at-Tirmidzi (VI/513-514, Tuhfatul Ahwadzi)
[12]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/67-68, Syarh an-Nawawi).
Al-Fat-hur Rabbaani Tartiib Musnad Ahmad (XXIV/85-86).
Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan dua sanad, perawi salah satunya adalah perawi ash-Shahiih.” Lihat Majmaa’uz Zawaa-id (VII/344).

Kamis, 10 Maret 2016

Media Menulis PP Shidiqiin Wara` Jadi Santri Cerdik

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati. Media Menulis PP Shidiqiin Wara` Jadi Santri Cerdik

Media Pembelajaran Menulis PP Shidiqiin Wara` Purwojati Banyumas
PPSW Menyelenggarakan Jurnalistik Sekolah
Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati melatih ketrampilan menulis bagi santri-santrinya agar menjadi penulis pemula yang baik dan handal. Teknik menulis ilmiah dan fiksi di ajarkan kepada santri-santri PP. Shidiqiin Wara`. Dari hasil pelatihan menulis santri diharapkan dapat membuat karya-karya berbentuk tulisan baik ilmiah dan fiksi.

Dengan menulis seseorang dapat merubah suatu bangsa dan mempengaruhi banyak orang. Hasil tulisan akan dikenang ratusan tahun. Apabila banyak mengambil manfaat dari tulisan tersebut maka akan menjadi amal jariuyah.

Sebagai lembaga pendidikan keagamaan maka ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati berkewajiban membuat santri-santrinya agar suka membaca, menuntut ilmu dan rajin menulis, sehingga amal para santri akan menjdai maksimal.
Media Pembelajaran Menulis PP Shidiqiin Wara` Purwojati Banyumas

Teknik menulis dapat diikuti dan dipelajari mulai dari siswa-siswi SD/MI sampai mahasiswa, santri dikelompokkan cara belajarnya. Dari teknik-teknik sangat dasar, lanjutan, mahir dan sangat ahli.Dari beberapa santri khususnya anak-anak remaja dan pemuda ada yang sudah mulai terlihat bakat menulis. Sehingga perlu latihan secara intensif menulisnya. Tutor pelatihan langsung ditangani oleh Raras Wuri Miswandaru, SPdI, MPdI.

Dalam rangka meningkatkan minat baca dan menulis bagi masyarakat umum. Pondok pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati bekerja sama dengan Pemuda Pakarti Purwojati dan Pemerintahan Desa Purwojati membuat Papan Informasi yang dapat digunakan untuk mempublikasikasn hasil tulisan-tulisan masyarakat, siswa sekolah dan santri pondok. Papan iinfo ini juga digunakan untuk kegiatan TBM Media Cerdik


Rabu, 24 Februari 2016

Pagerbangsa YGNI: Dalil Kebangsaan-Bernegara #PPSWA

Ponpes Shidiqiin Wara`Purwojati. Pagerbangsa YGNI: Dalil Kebangsaan-Bernegara #PPSWA
Raras WM, SPdI,MPdI-Pemuda Pakarti YGNI Purwojati
Raras WM, SPdI,MPdI-Pemuda Pakarti YGNI Purwojati
PENGHINA PANCASILA HRS DITINDAK  (gotik dkk)

Plato [427-347 SM.], filsuf Yunani Kuno memandang model kehidupan negara-kota lah yang paling ideal. Negara ideal tidak boleh terlalu gemuk, cukup seluas kota agar mudah melakukan perencanaan, pengaturan, dan pendisiplinan.[1] Al-Farabi [w. 874 M.], sebagai wakil filsuf dari dunia Islam menawarkan konsep Madinah Fadhilah [Kota Utama] di mana seluruh kehidupannya didasarkan pada rasionalisasi [al-‘aql] yang menyatukan seluruh elemen masyarakatnya. Tanpa mempertimbangkan besaran wilayah suatu negara. al-Mawardi [w. 1058 M.], ahli hukum tata negara klasik menyatakan sebuah negara harus disatukan oleh suatu ideologi yang berwibawa dan diterima-patuhi oleh seluruh elemen yang hidup di dalamnya. Ideologi itu bernama agama [al-din al-mutha’].

Awalnya, konsep kebangsaan menuntut kesatuan asal; ras, bahasa, budaya, filosofi berfikir dan bahkan mungkin keyakinan. Negeri asal konsep ini muncul memang demikian adanya. Setiap suku bangsa memiliki lembaga politiknya sendiri. Sehingga timbul negeri-negeri kecil yang terpisah-pisah, independen, antara satu dan lainnya. Hal ini tentu saja berbeda dengan konteks Indonesia. Ribuan suku yang memiliki tradisi, adat-istiadat, filosofi dan keyakinan yang berbeda dipaksa-persatukan dalam sebuah negara kesatuan bernama NKRI. Hal ini tidak dapat disebut anomali dari konsep kebangsaan. Karena, konsep kebangsaan yang diambil adalah model Ernest Renan, seorang filsuf kawakan Prancis. Suatu kehidupan yang dibangun di atas dasar keinginan untuk hidup bersama dalam satu wadah negara. Yang boleh jadi diisi oleh kelompok masyarakat yang berbeda secara etnis, bahasa, dan keyakinan. Di sinilah problem keragaman kebudayaan itu timbul. Seseorang atau suatu masyarakat dituntut membiasakan diri menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Demikianlah buku Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan arti kebahasaan terhadap konsep multikulturalisme. Di sisi lain, dalam Al-Quran ternyata ditemukan sembilan kali kata ummat yang digandengkan dengan kata wahidah, sebagai sifat umat. Tidak sekali pun Al-Quran menggunakan istilah Wahdat Al-Ummah atau Tauhid Al-Ummah (Kesatuan/ penyatuan umat). Karena itu, sungguh tepat analisis Mahmud Hamdi Zaqzuq, mantan Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Azhar Mesir, yang disampaikan pada pertemuan Cendekiawan Muslim di Aljazair 1409 H/ 1988 M, bahwa Al-Quran menekankan sifat umat yang satu, dan bukan pada penyatuan umat, ini juga berarti bahwa yang pokok adalah persatuan, bukan penyatuan. Perlu pula digarisbawahi, bahwa makna umat dalam konteks tersebut adalah pemeluk agama Islam. Sehingga ayat tersebut pada hakikatnya menyatakan bahwa agama umat Islam adalah agama yang satu dalam prinsip-prinsip (ushul)-nya, tiada perbedaan dalam akidahnya, walaupun dapat berbeda-beda dalam rincian (furu') ajarannya. Artinya, kitab suci ini mengakui kebhinekaan dalam ketunggalan. Ini juga sejalan dengan kehendak Ilahi, antara lain yang dinyatakan-Nya dalam Al-Quran surat Al-Ma-idah (5): 48: Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja). Tetapi itu tidak dikehendaki-Nya.


Sebagaimana terpahami dari perandaian kata lauw, yang oleh para ulama dinamai harf imtina' limtina', atau dengan kata lain, mengandung arti kemustahilan. Kalau demikian, tidak dapat dibuktikan bahwa Al-Quran menuntut penyatuan umat Islam seluruh dunia pada satu wadah persatuan saja, dan menolak paham kebangsaan. Jamaluddin Al-Afghani, yang dikenal sebagai penyeru persatuan Islam (Liga Islam atau Pan-Islamisme), menegaskan bahwa idenya itu bukan menuntut agar umat Islam berada di bawah satu kekuasaan, tetapi hendaknya mereka mengarah kepada satu tujuan, serta saling membantu untuk menjaga keberadaan masing-masing. Janganlah kamu menjadi seperti mereka yang berkelompok-kelompok dan berselisih, setelah datang penjelasan kepada mereka ... (QS Ali 'Imran [3]: 105). Kalimat "dan berselisih" digandengkan dengan "berkelompok" untuk mengisyaratkan bahwa yang terlarang adalah pengelompokan yang mengakibatkan perselisihan. Kesatuan umat Islam tidak berarti dileburnya segala perbedaan, atau ditolaknya segala ciri/sifat yang dimiliki oleh perorangan, kelompok, asal keturunan, atau bangsa.


Kelenturan kandungan makna ummat seperti yang dikemukakan terdahulu mendukung pandangan ini. Sekaligus membuktikan bahwa dalam banyak hal Al-Quran hanya mengamanatkan nilai-nilai umum dan menyerahkan kepada masyarakat manusia untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai umum itu. Ini merupakan salah satu keistimewaan Al-Quran dan salah satu faktor kesesuaiannya dengan setiap waktu dan tempat. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan pertama itu yakni Al-Quran tidak mengharuskan penyatuan seluruh umat Islam ke dalam satu wadah kenegaraan. Sistem kekhalifahan --yang dikenal sampai masa kekhalifahan Utsmaniyah-- hanya merupakan salah satu bentuk yang dapat dibenarkan, tetapi bukan satu-satunya bentuk baku yang ditetapkan. Oleh sebab itu, jika perkembangan pemikiran manusia atau kebutuhan masyarakat menuntut bentuk lain, hal itu dibenarkan pula oleh Islam, selama nilai-nilai yang diamanatkan maupun unsur-unsur perekatnya tidak bertentangan dengan Islam.


Islam mengakui bahwa
perbedaan adalah suatu hal yang alami bagi manusia, dan setiap umat harus beriteraksi dengan perbedaan sesuai kaidah, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” 
(QS. al-Hujuraat: 13) Allah Swt telah menciptakan manusia berbeda-beda bangsa, budaya dan bahasanya, akan tetapi pada dasarnya mereka adalah “umatan
wahidatan” atau umat yang satu, maksudnya, perbedaan mereka tidak menghapuskan kesatuan kemanusiannya.

Rasulullah Saw bersabda,
“barangsiapa yang menyakiti kaum dzimmi (orang yang berada dalam lindungan kaum mukmin), maka ia telah meyakitiku.” Sementara jika pihak lain berasal dari kaum kafir, maka, hubungan kita dengan mereka harus berdasarkan kaidah “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Dalam setiap kondisi tersebut, sesungguhnya hubungan kaum muslimin dengan pihak lain bisa dirangkum dalam
sebuah hadits Rasulullah Saw “Seorang muslim adalah orang yang membuat manusia lain selamat dari tangan dan lisannya.” 

Dalam konteks kesatuan berbangsa inilah, maka para pendiri Negara ini sejak awal telah merumuskan empat pilar kebangsaan agar Negara ini menjadi Negara yang kuat dan dapat
berdiri dengan tegak dan bisa bersaing dengan Negara lainnya, yakni : Pancasila, UUDNRI, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sabtu, 30 Mei 2015

Hendaklah Kalian Bersama Orang yang BENAR dan HATI HATI

Ponpes Shidiqiin Wara`  Hendaklah Kalian Bersama Orang yang BENAR dan HATI HATI

A, Definisi Shidiqiin 



Dalil

Al-Quran


﴿ياَ أَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ﴾
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar (TQS at-Taubah [9]: 119).

B. Definisi Wara`

Wara secara bahasa berasal dari kata : وَرِعَ , يَرِع   diambil dari kata ( ورع )  yang berarti “menahan”atau “tergenggam”. Sedangkan secara istilah wara’mengandung pengertian menahan diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan madharat lalu menyeretnya kepada hal-hal yang haram dan syubhat. Orang yang wara disebut wari’un wa mutawari’un.


Terkait dengan gerak hati ini, Nabi Saw bersabda:
“Kebaikan adalah sesuatu yang jiwa merasa tenang dan hati merasa tenteram kepadanya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang jiwa tidak merasa tenang dan hati tidak merasa tenteram kepadanya, sekalipun orang-orang memberikan berbagai komentar kepadamu.
Orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi selalu bersikap preventif dengan berhati-hati dari sebagian yang halal yang bisa membawa kepada sesuatu yang makruh atau haram.

Diriwayatkan dari Rasulullah, beliau bersabda: “Seorang hamba tidak bisa mencapai derajat taqwa sehingga ia meninggalkan yang tidak dilarang karena khawatir dari sesuatu yang dilarang.”
Hadits : 
Rasul shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُنْ وَرِعًا تَكُنْ أَعْبَدَ النَّاسِ
 Jadilah seorang yang wara’, niscaya engkau menjadi manusia yang paling (tinggi kualitas) ibadahnya (H.R Ibnu Majah, dinyatakan sebagai sanad yang hasan oleh alBushiri dalam Mishbahus Zujaajah)
Dan jika agama yang paling utama adalah sikap wara':
خَيْرُ دِيْنِكُمْ الوَرَعُ
"Sebaik-baik agamamu adalah sikap wara'"  (Shahih al-Jami' no. 3308.)

Dan dari Wabishah bin Ma’bad ra. dia berkata : Aku datang kepada Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?” Aku berkata,” Ya.” Beliau bersabda, “Bertanyalah kepada hatimu. Kebajikan adalah apa yang menjadikan tenang jiwa dan hati, sedangkan dosa adalah apa yang menggelisahkan jiwa dan menimbulkan keraguan dalam hati, meskipun orang-orang terus membenarkanmu.” 
(Hadits hasan yang kami riwayatkan dari Musnad Imam Ahmad bin Hambal dan Musnad Imam Ad-Darimi dengan sanad hasan)

Dalam hadis lain Nabi  bersabda :
(( فَضْلُ الْعِلْمِ خَيْرٌ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ, وَخَيْرُ دِيْنِكُمْ الوَرَعُ ))
Artinya : “Keutamaan ilmu lebih baik dibandingkan keutamaan ibadah. Dan kebaikan agamamu adalah wara.”  
(Mundziri -semoga Allah merahmatinya- berkata: “Hadits ini sebagaimana yang terdapat dalam Sahih at-Targhib wa at-Tarhib I/103, diriwayatkan oleh at-Thabaroni di dalam kitab al-Ausaath dan al-Bazzar dengan sanad yang hasan.” Telah disahihkan oleh Syaikh al-Albani -semoga Allah merahmatinya- di dalam kitabnya Sahih al-Jami’ no.4214.)
Dari dalil-dalil diatas dapat kita lihat perintah yang sangat jelas bahwa Kita diperintahkan untuk bersatu besama-sama dengan orang yang Benar (SHIDIQIIN) dan orang yang hati-hati dalam beragama (Al-Wara`) 

Rabu, 25 Maret 2015

Alamat Pondok Pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati

PP-SHIDIQIIN WARA` PURWOJATI
Alamat:
Karangduren Desa Purwojati RT 01/05 Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas 53175

email: muhammad_rasulullah@rocketmail.com


RekBRI No :6602-01-007030-53-93 AN.Yayasan YGNI


Berbagai kegiatan:

Pendidikan
sosial
Kemasyarakatan
Penyembuhan berbagai penyakit dan gangguan sihir /jin 
metoda sunnah

























Santri Pondok Pesantren Purwojati

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan untuk mencetak generasi Islam yang berkarakter kuat. Sehingga Islam memiliki identitas yang dapat bersaing dengan umat lainnya. Sebagai santri pondok pesantren sudah seharusnya membina mental dan akhlaq dirinya sesuai dengan perintah agama, nukan perintah nafsu pimpinan pondok pesantren. Hanya santri-santri bodoh yang mau menerima perintah pemimpin pondok tanpa tahu kebenaran dari isi perintah tersebut.

Santri adalah generasi penerus Islam,sehingga sudah seharusnya tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal yang diluar masuk akal, atau hanya karena mengharapkan ditolong urusan keduniaan tetapi hanya akan menghancurkan diri di akhirat karena menghalalkan berbagai cara dari pprogram yang diperintahkan oleh pimpinan pondok.

Santri pondok pesantren diwajibkan hormat kepada guru /pimpinan pondok tetapi tidak taklid akan menjalankan perintah-perintah pimpinan pondok yang sudah bertentangan dengan ajaran Islam.Misalnya disuruh untuk menghancurkan orang yang tidak pernah berbuat diosa terhadap santri tersebut atau bahkan kepada Pimpinan pondok tersebut.. Jangan mau dijadikan alat untuk mencapai keinginan pondok tetapi santri sendiri akan masuk neraka akibat melakukan dosa yang diperintahkan oleh pimpinan pondok yang bertentangan denga ajaran Islam.

Selasa, 03 Februari 2015

Kumpulan Shalawat Ahbaabul Musthafa

Shalawat Ahbaabul Musthafa

Kumpulan mp3 Ahbabul Musthofa ini merupakan Campuran dari jam'iyah Ahbabul Musthofa Kudus, Solo, Semarang, Jogja, Sragen dan Sebagainya wilayah Solo dan Sekitarnya maupun juga ada beberapa jamiyyah sejenis hadroh ahbabul musthofa yang juga saya tampilkan seperti Hadroh Gapura, Jap Assyifa dll..
Sebagian merupakan kiriman dari sahabat Sahabat Gema Sholawat di diskusi Group Gema Sholawat dan Koleksi Album VCD Ahbabul Musthofa, Ada Parakan Bersholawat, Pertamina Bersholawat, Jepara Bersholawat, Temanggung bersholawat, Sragen Bersholawat, Solo bersholawat, Lirboyo bersholawat, Pasuruan bersholawat dan Sebagainya..


Kumpulan Sholawat ini kami pilih tersendiri, Selamat Menikmati Lantunan Sholawat Ahbaabul Musthofa... Namun tidak bisa langsung kami tampilkan semua tapi bertahab.
1. Ahbaabul Musthofa - 'Ala Ya Allah - Busyrolana Download
2. Ahbaabul Musthofa - Ahlan Wasahlan BiNabi  Download 
3. Ahbaabul Musthofa - Alhamdulillah Download 
4. Ahbaabul Musthofa - Alhamudillahillaz (Suluk) Download
5. Ahbaabul Musthofa - Allahu Laillaha Illallah, Illahana ma a'dalak Download
6. Ahbaabul Musthofa - Allahummasolli'ala (Suluk)  Download
7. Ahbaabul Musthofa - Allahumasholli 'Ala Muhammad Download
8. Ahbaabul Musthofa - An Tudkhilana.mp3 Download
9. Ahbaabul Musthofa - Burdah (muhammadun).mp3 Download
10. Ahbaabul Musthofa - Burdah.mp3 Download
11. Ahbaabul Musthofa - Da'uni, Adimishola, Allahummasholli,Ya Thoiba Download 
12. Ahbaabul Musthofa - Illahana ma a'dalak Download
13. Ahbaabul Musthofa - Illahinas aluk Download
14. Ahbaabul Musthofa - Innafil Jannati Download
15. Ahbaabul Musthofa - Innal Qulub Download?
16. Ahbaabul Musthofa - Isyafa'lana Ya Habibana Download
17. Ahbaabul Musthofa - Khoirol Bariyah Download
18. Ahbaabul Musthofa - Marhaban Ya Romadhon  Download
19. Ahbaabul Musthofa - Nurul Musthofa  Download
20. Ahbaabul Musthofa - Qolalfatal Habsyi  Download  

21. Ahbaabul Musthofa - Robbi kholaq (slow) Download
22. Ahbaabul Musthofa - suluk ya Badrotim Download
23. Ahbaabul Musthofa -Man Yalumni Download
24. Ahbaabul musthofa ~ ya rosullalloh ya jaddal hasanain Download
25. Ahbabuul Musthofa - Almunawiriyyah Download
26. Ahbabuul Musthofa - Tholama Asyku Download
27. Ahbaabul Musthofa -Faayaa - Muqoddimah Habib syekh Download
28. Ahbabuul musthofa Kudus - sulu' Ya Kahdu min syidati (Shofa).Download
29. Ahbabuul Musthofa Kudus - (Shofa) Shlawatullahi Taghsya. Download
30. Ahbabul Musthofa Kudus - Sholatun Download
31. Ahbabul Musthofa - Habib Syech - Man Yalumni  Kudus Download
32. Ahbabuul Musthofa - Syair Gus Dur - Shofa  Kudus. Download
33. Ahbabuul Musthofa - Ilahana Ilahana. Download
34. Ahbabuul Musthofa - Padang Bulan. Download
35. Ahbabuul Musthofa - Robbana Sholli. Download
36. Ahbabuul Musthofa - Robbi Kholaq Thoha.Download
37. Ahbabuul Musthofa - Ya Allah Ya Allahu Ya Rahman Download
38. Ahbabuul Musthofa - Sholla Alaikallahu Ya Adnani. Download
39. Ahbabuul Musthofa - Innal Qulub Annabi SholluAlaih Ya Robbama. Download
40. Ahbabuul Musthofa - Wulidal Huda (new jimbe). Download
41. Ahbabuul Musthofa - Ghuroba Download
42.Ahbabuul Musthofa - MaulayaSholli (versi indo) Download
43. Ahbabuul Musthofa - Khoirol Bariyah (new). Download
44. Ahbabuul Musthofa - Al Munawwiriyyah. Download
45. Ahbabuul Musthofa -Ya Dzalghina.sofa. Download 
46. Ahbabuul Musthofa - Ala Ya Rosulallah sofa feat ghofur Download
47. Ahbabuul Musthofa - muhammadun.khafidzin Download
48. Ahbabuul Musthofa -.suluk najaka qolbi.ya Habibal Qolb.Budin  Download
49. Ahbabuul Musthofa - suluk ala ya rosulallah.ilahana-choirul anwarDownload 
50. Ahbabuul Musthofa - suluk Gholal fatal.ya Sayyidi-Nana Download
51. Ahbabuul Musthofa - Ala Ya Rasulallah , Ilahinasaluk - AM (WAHID) Download
52. Ahbabuul Musthofa - Allahu Allah - SOLORAYA Download
53. Ahbabuul Musthofa - Wulidal Huda - AM (WAHID)Download
54. Ahbabuul Musthofa - Sholatullahi Tagsya Download
55. Ahbabuul Musthofa - Ya RasulallahsalamualaikDownload
sumberhttp://aswajaklaten.blogspot.com/2013/08/kumpulan-shalawat-ahbaabul-musthafa.html

DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas