Siswa Diniyah Athfal Ponpes Shidiqiin Wara`

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Niat dari Pendiri dan Pengasuh adalah Jihad

Melalui PP Shidiqiin Wara`Pendiri dan Pengasuh PPSW berniat Jihad di Jalan Allah meninggikan Kalimat Allah.

Halangan dan Tantanga Dakwah PP Shidiqiin Wara` 3

Setiap Halangan dan Tantangan dilalui dengan Sabar sehingga PPSW berjalan puluhan tahun.

Kyai Muhammad Syechan Pendiri PP Shidiqiin Wara`

Tenaga.Pikiran dan Harta untuk Dakwah di Lingungan Purwojati Melalui PP Shidiqiin Wara`.

Pager Bangsa-Pengajian Gerakan Kebangsaan 5

Pager Bangsa diadakan pertama kali untuk anggota Pemuda Pakarti Purwojati dalam ikut membangun NKRI.

Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

Laknatullah Untukmu yang Melecehkan Islam dan Al-Quran

Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati  Semoga Laknat Untukmu yang Melecehkan Islam dan Al-Quran doa #ISWARA

Ya Allah kami dengan bantuan orang yang membantu kami, berwasilah dengan amal-amal kami dan para nabi dan rasul serta para sahabat nabi Muhammad. Alkhamdulillahirobil`alamiin wasolatu wasalamu `ala Sayidina Muhammadin `adada kholkika waridho nafsika wazinata `arsyika wamidada kalimatika. 

Ya Allah saya mohon kepadamu agar orang-orang yang kami sebut dibawah ini, yaitu:
1.    Orang-orang yang MENGHINA ISLAM DAN MELECEHKAN AL-QURAN.
2.    Orang yang berstrategi untuk menghancurkan secara bersama-sama secara sistematik
3.    Orang-orang Islam yang menjual agama Islam demi untuk keuntungan pribadi, kelompok dan golongannya.
4.    Orang-orang yang memutarbalikkan dalil al-quran dan sunnah hanya untuk melemahkan Islam dan orang-orang Islam yang membela Islam.
5.    Orang-orang yang berpolitik dan bersiasat menghancurkan negara Indonesia.
6.    Orang-orang yang munafik mengatasnamakan rakyat tapi hanya mencari keuntungan sendiri, keluarga, kelompok dan partainya.
7.    Orang-orang yang memutarbalikan fakta dan hukum hanya untuk mencari keuntungan diri sendiri, kelompok dan partainya sedangkan orang lain atau lawannya dibuat menderita.
8.    Orang-orang yang jelas-jelas menentang ketentuan dalam al-quran karena kesombongan dan mencari keuntungan serta mencari keuntungan dengan menjual agama.
9.    Orang-orang yang suka memfitnah dan memusuhi para tokoh-tokoh Islam yang berjuang memajukan dan mempersatukan Islam berdasarkan nilai-nilai Islam dan qurani.
Ya Allah,dengan wasilah tersebut diatas dan melalui doa Itihadul Harakat Shidiqiin Wara` maka hancurkanlah orang-orang yang tersebut dari nomor 1 (satu) sampai dengan nonor 9 (sembilan) agar mereka, keluargganya, kelompoknya, serta organisasi dan usaha-usaha mereka dihancurkan sehancur-hancurnya.
Ya Allah mereka yang dimaksud diatas agar diberi laknat bagi diri mereka beserta keluarga dan kelompoknya baik golongan jin dan manusia yang sewenang-wenang,
Ya Allah diantara mereka ada Nusron Wahid, Pendukung Ahok, dan lainnya (…..) yang telah nyata-nyata menghina dan melecehkan al-quran. Ya mujibu da`wat kabulkanlah hajat kami.
Ya Allah Jangan biarkan Mereka terus-terusan berleluasa dan berkuasa dalam waktu lama sehingga akan mendatangkan kemunkaran, kemudhorotan dan kesesatan. Ya Allah Engkau Maha Kuasa dan menepati janji sebagaimana janji-Mu dalam Al-quran.

Ya Allah aku mohon hancurkanlah siasat dan politik mereka, usaha-usaha mereka, organisasi mereka, lembaga-lembaga dan kegiatan-kegiatan merea yang akan menghancurkan Islam dan orang-orang dhuafa. Jangan biarkan kami sendirian dan menjadi berbuat kufur.

 
Ya Allah aku mohon sudah saatnya mereka hancur baik sebagian-sebagian maupun kebanyakan agar mereka tidak menambah penderitaan bagi orang lain. Birokhmatika ya arkhama rokhimiin. Alkhamdulillahirobil `alamiin.

Selasa, 15 Maret 2016

Manhaj Sunnah yang Keliru

PP. SHidiqiin Wara` Purwojati. Manhaj Sunnah yang Keliru


Indonesia yang Getol bela bukan Arab Saudi
Sekarang banyak umat yang mengikuti manhaj sunnah, yaitu manhaj yang sesuai dengan ucapan, perilaku nabi Muhammad. Manhaj sunnah ini sering mengkafirkan orang (kelompok) lain bagi yang tidak sejalan.

Manhaj sunnah harusnya sesuai benar dengan syariah dan akhlaq Nabi Muhammad SAW. Dalam alquran jelas salah satunya adalah cinta terhadap kaum Muslimin bersikap keras terhadap kaum kufar. bukan menjadikannya teman dan meninggalkan orang Islam. Ber-Manhaj Sunnah Harus Peduli Terhadap Sesama Muslim

Negara arab menjadi pangkalan AS dari dahulu, sudah jutaan orang Islam dibantai melalui pangkalan di Arab tersebut baik itu Afganistan, Irak, Suriah dan lainnya. Apakah pemahaman manhaj tersebut yang membiarkan bahkan membantu pembantaian umat Islam itu adalah bermanhaj sunnah?
RI Rajin membelanya, Arab senang berteman AS
Coba renungkan secara mendalam dan memohon kepada Allah apakah itu suatu ajaran Islam sesuai sunnah atau tidak? kalau ya maka kuatkanlah keyakinanmu itu tapi kalau tidak sesuai sunnah kami pertanyakan keimanan manhaj sunnah tersebut. Mereke mengaku manhaj sunnah tapi jauh dari nilai-nilai ajaran nabi Muhammad. Berpegang Manhaj Sunnah Tapi tidak Totalitas, itulah mereka


Allah dan rasulnya banyak mencela orang-orang yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Bahkan dicap sebagai Kafir, orang-orang yang tidak peduli terhadap sesamanya. Dalam hadits dibawah ini
Korban Palestina-Manhaj Sunnah dan Imam di Arab-mu Memiarkan ini terjadi 


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda,
ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai aku mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan bagin tetangga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Korban Suriah yang dibombardir AS dan Sekutunya, Apa Aqidahmu?

Renungkanlah hadits ini. Renungkanlah betapa besar hak tetangga.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda
وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman!” Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. al-Bukhari).
Dalam riwayat Imam Muslim:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim).
Nabi ﷺ juga bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim no. 47)
Hadits-hadits ini –dan masih banyak hadits lainnya- menjelaskan tentang hak seorang tetangga. Mengapa demikian? Karena Allah hendak menjadikan hubungan bertetangga adalah hubungan yang bermanfaat antara satu dengan yang lainnya. Allah ﷻ agar kehidupan bertetangga bukanlah kehidupan saling mengganggu dan menyakiti. Oleh karena itu, banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedudukan tetangga.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)
JUGA LIHAT HADITS
Teks dan Terjemah Hadits

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ. (أخرجه مسلم)

 “Dari Abu Hurairoh berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa member kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan member kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah saw. menyatakan:

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. (أخرجه البخارى)

Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. (HR. Bukhari)

Dalil-Dalil Pelarangan Mengambil Wali Selain Orang Islam

Surat Ali Imran/3:28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab) diluar orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian maka tiada baginya sesuatu (pertolongan) dari Allah, kecuali kamu menjaga diri dari mereka sesuatu yang ditakuti.

Berkait dengan turunnya ayat di atas IbnuAbbas meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw keluar pada perang Ahzab, Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa ia mempunyai 500 orang teman Yahudi dan mengusulkan kepada Nabi untuk mengajak mereka menghadapi musuh bersama supaya dapat mengalahkan mereka, lalu Allah menurunkan ayat tersebut.

Surat Al Maidah/5:51
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani sebagai wali (kawan setia), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang dlalim

Berkait dengan ayat diatas, Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa ada 2 orang yang telah mengadakan perjanjian setia dengan Bani Qainuqa’ yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul dan Ubadah bin shamit. Pada saat Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah saw, Abdullah bin Ubay tetap memegang teguh perjanjiannya dengan Bani Qainuqa’ sedangkan Ubadah bin shamit melepaskan perjanjian itu dan menyatakan kesetiaannya kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat tersebut.

Hadits Riwayat Muslim
Ada seorang laki-laki yang terkenal pemberani dan suka menolong menemui Rasulullah saw dan berkata,’Saya datang untuk ikut Anda dan memperoleh harta (rampasan bersama) Anda’. Rasulullah saw berkata,’Apakah kamu mempercayai Allah dan RasulNya? Dia menjawab,’Tidak’. Rasulullah saw menjawab,’Kembalilah, saya tidak akan meminta pertolongan kepada orang musyrik’. Peristiwa ini terjadi sampai tiga kali, Rasulullah tetap memberikan jawaban yang sama dan terkhir orang itu menyatakan keberimanannya kepada Allah dan RasulNya barulah Beliau mengijinkan untuk mengikuti perang bersamanya.

Kesimpulannya adalah
  1. Orang Beragama bukan hanya rajin sholat dan tepat waktu sholatnya (kalau tidak peduli tetangga sholat tersebut tidak dianggap oleh Allah)
  2. Muslim tidak hanya berjenggot, tidak berisbal, bercadar dll tapi harus peduli kepada muslim lainnya. Indonesia negara dicap kafir tetapi paling getol dalam pembelaan Kemerdekaan Palestina, Arab saudi dirujuk dan diakui sebagai pusat manhaj salaf tetapi tidak pernah serius membela Palestina bahkan menjadi pangkalan AS untuk membantai Islam. Uang-uang konglomerat dari arab disimpan dalam bank-bank AS bunganya tidak diambil tetapi bunga itu dipakai untuk membuat senjata yang dipakai membantai negara-negara Islam.
  3. Hanya orang-orang yang bodoh mengaku Islam paling baik (paling sesuai Nabi Muhammad / Sunnah ) tetapi sesama saudaranya selalu mengkafirkan. Catatan dalam perkembangan awal paham manhaj salaf membantai orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Indonesia tidak ada pernah kasus pembantaian manhaj salaf oleh orang-rang yang berpaham berkembang dahulu di Nusantara. 
  4. Maka kita harus perbaiki pengertian manhaj terlebih dahulu. Baru kita melakukan tindakan sesuai manhaj tersebut.

Ya Allah, Orang-orang yang mengaku bermanhaj sunnah tetapi tidak sesuai dengan alquran meninggalkan kaum Muslimiin dan berteman dengan orang-orang kafir beserta pengikut-pengikutnya, negaranya, imam-imam mereka itu benar maka kuatkanlah keimanan mereka Tetapi senaliknya ya Allah kalau msereka itu salah maka berilah mereka petunjuk yang benar tentang aqidah mereka.

Ya Allah, mereka mengaku golongan mereka adalah yang paling benar dan lainnya adalah sesat, kalau kenyataan ini benar sesuai dengan alquran maka kuatkanlah mereka diatas dunia ini bahkan diakhiratnya nanti. Tetapi bila mereka itu merupakan pemahaman salah maka berilah mereka petunjuk atas kesalahan-kesalahan akidah dan keyakinan mereka.

Ya Allah kalau mereka yang simpati atau membiarkan negara pusat Islam dijadikan pangkalan orang kafir untuk menghancurkan itu benar maka kuatkanlah negara dan golongan keagamaan mereka, imam-imam mereka dan pengikut-pengikutnya untuk tetap berdakwah. Tetapi kalau mereka (Negara, golongan dan pengikutnya) ang salah maka hancurkan gerakannya karena akan merusak keiaman banyak orang. Ya allah kalau memang kami yang menuntut keadilan dan janjimu dalam alquran malah yang salah maka kami bersedia untuk dihukum sesuai ketentuan-Mu,

Ya Allah dengan berwasilah amal kami khususnya bacaan-bacaan alquran khusunya alfatihah, alkahfi dan lainnya maka saya mohon kabulkanlah hajat kami ya allah, Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan mengabulkan doa serta maha kuasa atas segala sesuatu dan menepati janji-Nya.





Jumat, 11 Maret 2016

Amaliyah Baca AL-Kahfi Melindungi PPSW dari Dajal dan Pengikutnya

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati  Amaliyah Baca AL-Kahfi Melindungi PPSW dari Dajal dan Pengikutnya


Dajal takut dengan Al-Kahfi #PPSW Purwojati
Setiap nabi-nabi yang membawa risalah kerasulan maka akan diberi peringatan oleh Allah SWT akan bahaya datangnya dajal. Begitu pula Nabi Muhammad SAW.  Dajal merupakan seberat-beratnya ujian bagi umat Islam. Sehingga setiap umat Islam diperintahkan untuk selalu waspada akan datangnya dajal dan perbuatan pengikut-pengikutnya.


Keluarnya Dajjal merupakan di antara tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah seberat-beratanya ujian yang akan dihadapi manusia.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946) An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”[2]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia lalu memuji Allah karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda,
إِنِّى لأُنْذِرُكُمُوهُ ، وَمَا مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ ، وَلَكِنِّى أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِىٌّ لِقَوْمِهِ ، تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
“Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh ‘alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta“. (HR. Bukhari no. 3337 dan Muslim no. 169)
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)
Dalam sebuah hadits shahih, dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يا أيها الناس ! إنها لم تكن فتنة على وجه الأرض منذ ذرأ الله ذرية آدم أعظم من فتنة الدجال و إن الله عز و جل لم يبعث نبيا إلا حذر أمته الدجال و أنا آخر الأنبياء و أنتم آخر الأمم و هو خارج فيكم لا محالة
“Wahai sekalian manusia, sungguh tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam. Tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kalian juga ummat yang paling terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian.” (Dikeluarkan dalam Shahih Al Jaami’ Ash Shoghir no. 13833. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Pesan Pimpinan PPSW Purwojati: Ada Dajalisme

Pengertian Dajal
DALAM bahasa Arab, istilah dajjal lazim digunakan untuk menyebut “nabi palsu”. Namun, istilah ad-Dajjal, yang dimaksudkan di sini merujuk pada sosok “pembohong” yang muncul menjelang dunia berakhir atau kiamat. Sosok itu juga disebut sebagai al-Masih ad-Dajjal; yang dimaksudkan di sini adalah “Al-Masih Palsu”. Menurut beberapa sumber, istilah ini berasal dari istilah Syria, yakni Meshiha Deghala yang telah menjadi kosakata umum di Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum al-Qur’an diturunkan.
Dalam kamus Lisân al-‘Arab, dikemukakan bahwa Dajjal berasal dari kata dajala, artinya menutupi. Mengapa dikatakan menutupi? Karena ia adalah pembohong yang akan menutupi segala kebenaran dengan kebohongan dan kepalsuannya. Dikatakan “menutupi” karena Dajjal kelak akan menutupi bumi dengan jumlah pengikutnya yang sangat banyak. Ada juga yang berpendapat bahwa Dajjal kelak akan menutupi manusia dengan kekafiran atau ingkar terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah Swt.
Menurut Al-Qur’an
Lalu, siapakah sesungguhnya Dajjal menurut rujukan utama dan pertama kita dalam menggali berbagai informasi, utamanya berkaitan dengan agama, yakni al-Qur’an al-Karim? Sayangnya, kata Dajjal ini tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an. Namun, sumber kedua kita, yakni hadits Nabi Muhammad Saw. banyak menginformasikan tentang Dajjal ini.
Mengapa Dajjal tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an? Pertanyaan ini perlu kita jawab terlebih dahulu sebelum menelusuri informasi tentang Dajjal dari hadits Nabi Saw. Jawaban yang sesungguhnya, sudah barang tentu, hanya Allah Swt. Yang Maha Mengetahui. Namun, para ulama memberikan pendapat mengenai hal ini.
Penyebutan Dajjal di dalam al-Qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat sebagai berikut:
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula).” (QS al-An’âm [6]: 158).

Dalam ayat tersebut diatas tersirat dajal dari yang tersurat beberapa ayat Tuhan-Mu. Dari kata tersebut kalau dihubungkan dengan hadits maka akan diketahui salah satunya adalah Dajjal.


HADITS – HADITS TENTANG FITNAH DAJJAL



“Segolongan dari umatku akan senantiasa saling membunuh di atas kebenaran kepada gologan yang menentangnya, hingga akhirnya Al-Masih membunuh Dajjal. (takhrij hadits oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab “Ash-shahihah” nomor (I959)
“Dajjal tidak akan muncul hingga manusia lupa mengingatnya dan hingga pemimpin-pemimpin tidak menyebutnya lagi di atas mimbar” (Imam Al Haitsami berkata dalam kitab “Majma az-Zawaid'(7335): (dikeluarkan oleh Abdullah ibnu Ahmad dari riwayat Biqiyyah dari Shafwan ibnu Amr. Hadits ini shahih sebagaimana Ibnu Ma’in dan Biqiyyah katakan, dan rijalun sanadnya terpercaya)
“Dajjal datang dan menginjakkan kakinya di bumi kecuali di Makkah dan Madinah. Lalu ia mendatangi Madinah, tetapi ia mendapati setiap celahnya ada barisan malaikat. “ Hadits ini telah ditakhrij oleh Syaikhain dan imam-imam lainnya dari Anas ibnu Malik radhivallahu ‘anhu & Syaikh Al-Albani dalam kitab “Ash-shahihah” nomor (I959)

1.) Dari Abdullah ibnu Mughaffal  ia mengatakan bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga terjadinya hari kiamat, sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorang pun mengatakanya sebelumku. Dia itu adalah dari golongan manusia dengan rambut keriting, mata kirinya buta, di atas mata kanannya ada alis yang tebal, dan ia mampu menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang-belang, dan dia akan berkata: “Saya adalah tuhanmu,” – Maka barang siapa yang mengatakan, “Saya adalah tuhanmu” maka tidak akan terjadi fitnah pada dirinya. Dan barang siapa yang mengatakan, “Kamu adalah tuhanku”, maka dia akan tertimpa fitnah. Dia akan bersama kalian sesuai kehendak Allah, kemudian Allah mengutus Isa ibnu Maryam untuk membenarkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, selaku pemimpin yang memberi  petunjuk dan penengah yang adil, lalu dia akan membunuh Dajjal.” (Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam kitab “Al-Kabir” dan kitab “Al Ausath”. Dan sanadnya tsiqah. )

2.) Sesungguhnya dajjal mata kirinya juling, diatasnya terdapat alis yang tebal, dan tertulis di antara kedua matanya: kafir) (Hadits Shahih riwayat Imam Ahmad (3/115 dan 201)
3.) Dari Huzaifah, ia berkata bahwa Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya saya tidak pernah sekhawatir akan fitnah yang terjadi pada kalian selain fitnah Dajjal. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari fitnah ini sehingga ia pun tidak akan selamat darinya, Suatu fitnah tidak diciptakan di muka bumi ini – baik sebesar maupun kecil – kecuali untuk menambah fitnah Dajjal. (Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Ahmad (5/389) dan Ibnu Hibban (1897) Lafazhnya: “Sesungguhnya tidak ada fitnah yang kecil maupun yang besar kecuali fitnah Dajjal.” Dengan tambahan: “Tertulis di antara ke dua matanya: kafir.” Imam Muslim menambahkan (8/195): “Tulisan itu terbaca oleh setiap mukmin yang mampu menulis dan tidak mampu menulis.” Tambahan ini menurut Imam Hambal (51/1) dari jalur lain.
4.) Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: “Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang si juling yang pendusta, dan ketahuilah bahwa Dajjal itu juling, sedangkan Tuhanmu tidak juling. Tertulis di antara kedua matanya –kafir– (mampu dibaca oleh setiap muslim).” (Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Bukhari (13/85), Imam Muslim (8/195), Abu Daud (92/213), At-Tirmidzi (2246), dan menshahihkannya, Imam Ahmad (3/103 dan 173, 276 dan 290) Imam Hambal (51/2), Ibnu Khuzaimah dalam kitab “At-Tauhid” (hal.32), Ibnu Mandah (97/1) dan tambahan oleh Imam Muslim dan Ahmad dan yang lainnya.
Binasanya Dajjal
Dajjal akan mati di tangan al-Masih ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa hadits shahih. Hal itu bahwa Dajjal akan berkelana di seluruh permukaan bumi, kecuali Makkah dan Madinah, pengikutnya sangat banyak, fitnahnya menyeluruh dan tidak ada yang selamat darinya kecuali sedikit saja dari kaum mukminin, di saat itu turunlah Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam di atas menara timur di Damaskus, sementara hamba-hamba Allah yang beriman berkumpul di sekelilingnya hingga beliau berjalan bersama mereka menuju Dajjal. Adapun Dajjal sedang menghadap ke Baitul Maqdis ketika Nabi ‘Isa turun, lalu Nabi ‘Isa mendapatinya di pintu Ludd. Ketika Dajjal melihatnya, maka dia akan mencair seperti garam yang larut. Kemudian ‘Isa Alaihissallam berkata, “Sesungguhnya aku memiliki satu pukulan untukmu, engkau tidak akan luput dariku, akhirnya ‘Isa mendapatkannya dan membunuhnya dengan tombak dan para pengikutnya kalah, sehingga orang-orang yang beriman mengejar dan membunuh mereka hingga pepohonan dan bebatuan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini seorang Yahudi di belakangku, kemari, bunuh dia!” Kecuali gharqad karena ia adalah pohon orang Yahudi”. [8]
Pada kesempatan ini kami uraikan beberapa hadits yang menjelaskan kebinasaan Dajjal dan para pengikutnya
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِيْ أُمَّتِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ، فَيَطْلُبُهُ، فَيُهْلِكُهُ.
Dajjal akan muncul pada umatku… (lalu dia menuturkan hadits, dan di dalamnya:) lalu Allah mengutus ‘Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah ‘Urwah bin Mas’ud, kemudian dia mencarinya dan membinasakannya.’” [9]
Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan dari Majma’ bin Jariyah al-Anshari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُدٍّ.
‘Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.” [10]
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu anhu, sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal… dan di dalamnya terdapat kisah turunnya Nabi ‘Isa dan terbunuhnya Dajjal, dan di dalamnya ada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang kafir yang mencium aroma nafasnya akan mati, dan aroma nafas-nya dapat tercium sejauh pandangannya. Lalu dia mencarinya, sehingga men-dapatkannya di pintu Ludd, kemudian dia membunuhnya.” [11]
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya dia berkata, “Dajjal akan muncul pada saat agama sudah tidak diperhatikan dan ilmu (agama) sudah ditinggalkan…” (lalu beliau menuturkan hadits, dan di dalamnya ada ungkapan:) “Kemudian Nabi ‘Isa bin Maryam turun, lalu beliau berseru pada waktu sahur, dia berkata, ‘Wahai manusia, apa yang menghalangi kalian untuk keluar menghadapi si pendusta lagi buruk ini?’ Mereka berkata, ‘Ini seorang laki-laki dari bangsa jin.’ Akhirnya mereka semua pergi. Tiba-tiba mereka berjumpa dengan Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian iqamah shalat dikumandangkan. Dikatakan kepadanya, ‘Majulah untuk meng-imami kami, wahai Ruuhullaah!’ Beliau berkata, ‘Hendaknya imam kalian yang maju, dan menjadi imam bagi kalian,’ kemudian seusai melakukan shalat Shubuh, mereka semua keluar menemuinya (Dajjal).’ Beliau (Rasul) bersabda, ‘Ketika si pendusta melihatnya (Nabi ‘Isa), maka dia akan mencair bagaikan garam yang mencair di dalam air. Selanjutnya dia berjalan menujunya, lalu membunuhnya hingga pepohonan dan bebatuan berkata, ‘Wahai Ruuhullaah, ini orang Yahudi,” maka dia tidak meninggalkan seorang pun yang mengikutinya (Dajjal) melainkan dia membunuhnya.”[12]
Dengan terbunuhnya Dajjal -semoga Allah melaknatnya- oleh Nabi ‘Isa, maka berakhirlah fitnah yang besar, dan Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman dari kejelekannya dan kejelekan para pengikutnya melalui tangan Ruuhullaah dan Kalimatullaah, ‘Isa bin Maryam q dan para pengikutnya yang beriman, hanya milik Allah-lah segala puji dan karunia.
AMALAN AGAR TERHINDAR DARI DAJJAL
Banyak hadits-hadits Nabi saw yang menjelaskan keutamaan surat al-Kahfi, antara lain:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Dari Abu Darda, dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi maka dia akan dijaga dari Dajjal (HR: Muslim)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan dapat dikuasainya. (HR: Muslim)


عن أبي الدرداء عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) أنه قال ( من قرأ عشر آيات من آخر سورة الكهف عصم من فتنة الدجال )

Dari Abu Darda, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir surat al-Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal”
Dan berikut adalah lafadz bacaan doa mohon perlindungan dari fitnah dajjal selengkapnya:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.
 Artinya :
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”
Hampir seluruh nabi mewasiatkan kepada kaumnya untuk berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal, sebab orang yang mengalami zaman Dajjal akan mendapat ujian iman yang begitu berat. Selain hadits-hadits di atas yang berisi pesan agar kita membaca surat al-Kahfi dan terhindar dari fitnah Dajjal, Rasulullah saw pun menyuruh kita membaca doa perlindungan dari fitnah Dajjal pada saat tahiyat akhir dan sebelum salam dalam shalat-shalat kita.

Lalu, apa hubungannya fitnah Dajjal (akhir zaman) dengan surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan dari fitnah Dajjal?

Dalam surat al-Kahfi terdapat empat kisah:

Kisah pertama; tentang sekelompok anak muda yang beriman kepada Allah SWT dan hidup di tengah pemerintahan yang zhalim, mereka menawarkan Islam namun ditolaknya, kemudian mereka dikejar-kejar, lalu berlindung di gua (kahfi) dan tertidur selama 309 tahun, kemudian tatkala bangkit kembali, keadaan negeri berubah jauh dari sebelumnya dan penduduknya telah beriman kepada Allah. (ayat 14-18)

Kisah Kedua, tentang seorang shohibul Jannatain (pemilik dua kebun) yang telah diberi nikmat Allah, namun mengingkari nikmat itu, dan melupakan Allah serta hari kiamat karena terlena dengan harta meskipun sudah diperingatkan saudaranya. (Ayat 32-42)

Kisah ketiga, Kisah Nabi Musa as dan Khidr, tatkala Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, “Siapakah orang paling alim (pintar) di bumi ini?” Musa menjawab bahwa dirinya-lah orang yang paling pintar di dunia. Kemudian Allah mengingatkan nabi Musa as bahwa ada hamba Allah yang lebih pintar dan alim dari dirinya, yang kemudian Musa as pun memohon kepada Allah agar ditunjukkan tempat Khidr yang berada di antara dua pertemuan laut (Majma’ al-bahrain). Namun setelah menuntut ilmu kepada Khidr, Musa as pun tidak tahan dengan sikap Khidr as.(ayat 62-70)

Kisah keempat, tentang Zulkarnain seorang raja yang adil dan menebarkan kebenaran ke seluruh negeri-negeri, hingga bertemu dengan suatu kaum yang hampir tidak dapat dimengerti bahasanya. Namun meskipun beliau mempunyai kekuasaan dan kemampuan, dalam melaksanakan tugasnya beliau masih tetap meminta pertolongan dari pihak lain karena ketawadhuannya. “maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka” (ayat 95)
PP Shidiqiin Wara` ` Purwojati Dalam Melindungi Dari Dajjal dan Pengikutnya
Pondok Pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati selalu memperingatkan kepada santri-santrinya akan bahaya Dajal dan pengikut-pengikutnya. Kalau Dajal sudah jelas ciri - ciri fisik dan tanda-tanda datangnya Dajal. Namun untuk mengenali pengkut-pengikut Dajal atau orang yang mendukung baik langsung atau tidak langsung tindakan Dajal. 
Pengikut-pengikut Dajal adalah orang-orang yang selalu memusuhi dakwah penegakkan Islam (Dajalisme). Kalau ada lembaga pendidikan keagamaan (Ponpes) dimusuhi karena dipengaruhi oleh orang lain agar ikut memusuhi Ponpes kami maka itu merupakan tanda-tanda pengikut dajal baik diosari atau tidak. Maka bagi kami akan selalu untuk berusaha melindunginya dengan amaliyah membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jumat. 
Disamping itu, bacaan tersebut diniatkan untuk menghancurkan mereka yang terus-terusan memusuhi dakwah seseorang atau lembaga dakwah tanpa dasar yang kuat. Hal ini dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren PPSW, Raras Wuri untuk melindungi dakwah berdasarkan Manhaj Al-Quran dan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Selain itu juga untuk melaksankan pesan dar almarkhum Kyai Muhammad Syechan dan Nyai Rukiyah untuk tetap menjaga ponpes dan menjadikannya sebagai pusat dakwah Islam yang sudah dilakukan dari jaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir dan dari berbagai sumber
_______
Footnote
[1]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan (II/195, Syarh an-Nawawi), dan Jaami’ at-Tirmidzi fi Tuhfatil Ahwadzi (VIII/449).
[2]. Beliau adalah Rafi’ bin Mahran ar-Rayyahi, pernah menjadi tuan bagi al-Hasan al-Bashri yang merupakan salah satu tokoh Tabi’in, mendapatkan zaman al-Jahiliyyah dan masuk Islam setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meriwayatkan dari banyak Shahabat Radhiyallahu anhum, dan wafat pada tahun 90 H rahimahullah.
Lihat biografinya dalam Tahdziibut Tahdziib (III/284-285).
[3]. Tafsiir al-Qurthubi (XV/325).
[4]. Fat-hul Baari (XIII/92).
[5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan, bab La Yadkhulud Dajjal al-Madinah (XIII/101, al-Fat-h).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fadhaa-il, bab Fadhaa-il Abi Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu (XV/155, Syarh an-Nawawi).
[7]. Fat-hul Baari (XIII/91-92, al-Fat-h).
[8]. Ludd adalah sebuah daerah di Palestina dekat Baitul Maqdis.
Lihat Mu’jamul Buldaan (V/15).
[9]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/128-129) tahqiq Dr. Thaha Zaini.
[10]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/75-76, Syarh an-Nawawi).
[11]. Al-Fat-hur Rabbaani Tartiibu Musnad Ahmad (XXIV/83), dan at-Tirmidzi (VI/513-514, Tuhfatul Ahwadzi)
[12]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/67-68, Syarh an-Nawawi).
Al-Fat-hur Rabbaani Tartiib Musnad Ahmad (XXIV/85-86).
Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan dua sanad, perawi salah satunya adalah perawi ash-Shahiih.” Lihat Majmaa’uz Zawaa-id (VII/344).

Rabu, 22 April 2015

Laknat Allah Untuk @NajwaShihab telah bangun opini buruk u @Yusrilihza_Mhd

Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati. Laknat Allah Untuk @NajwaShihab telah bangun opini buruk u @Yusrilihza_Mhd.
Agar Tidak terpengaruh propaganda media sering memojokkan Islam dan tokoh-tokohnya seperti berikut ini ikuti Kajian Pager Bangsa

Selama ini Prof. Ysril Ihza Mahendra (YIM) selalu dibully di media masa, khususnya mereka yang tidak suka terhadap pembela-pembela Islam dan rakyat yang di dzolimi. Bagi orang-orang yang selalu memusuhi Prof. YIM, YIM dianggap orang yang sangat membahayakan perjuangan kepentingan mereka.

Salah satu yang selama ini memusuhi YIM dan partai PBB adalah Najwa Shibab (Nashib) diacaranya yaitu Mata Najwa Metro TV. Nashib sudah mulai membuat opini di televisi karena Golkar telah menang di pengadilan PTUN. Apalagi sekarang PBB sedang muktamar untuk memilih kembali Prof. YIM untuk memimpin PBB kembali. dimana kita tahu bahwa PBB adalah salah satu partai berbasis Islam yang memakai azas Islam. Sehingga bagi mereka prof YIM sangat membahayakan bagi kepentingan Islam.


Wahai umat Islam sadarlah, karena ada gerakan di media yang sedang terus-terusan untuk membuat Islam menjadi momok yang sangat menakutkan terlebih lagi bagi para pejuang-pejuangnya seperti YIM dan lainnya. YIM dan tokoh moderat Islam lainnya dianggap sangat membahayakan karena meurut pendapat kelompok yang memusuhi Islam tersebut. Tokoh-tokoh moderat bisa bergerak leluasa untuk mendakkwahkan Islam dan ketidakadilan di negeri Indonesia.

Kalau seperti Nashib dan kelompok-kelompoknya serta yang mendukungnya dibiarkan terus berkuasa untuk membuat opini menghancurkan Islam dengan menghancurkan para tokoh-tokohIslam moderat maka kita termasuk golongan yang salah.

Sebagai bentuk pembelaan kami,maka berdoa dengan ikhlas:

Ya Allah orang-orang yang selalu memusuhi Islam dengan melakukan berbagai tipu daya salah satunya membuat opini buruk terhadap pembela-pembela Islam dan Penentang ketidakadilan seperti Yusril Ihza Mahendra dan lainnya. Maka hancurkanlah jiwa, raga, harta, martabat dan keluarga mereka beserta kelompok-kelompoknya dari golongan Jin maupun manusia. Ya Allah jangan biarkan mereka berkuasa untuk terus berbuat ketidakadilan dan fitnah diantara kami. Hancurkanlah sehancur-hancurnya karena mereka adalah oran-orang yang sangat dzolim. Washolatu wasalamu `ala  rasulillah, walkhamdulillahi riibbil `alamiin

Pelopor Dakwah Di Purwojati

Daerah Purwojati dahulu termasuk basis merah yaitu banyak beragama Islam tetapi tidak pernah melakukan syariat Islam baik sholat,puasa, zakat dan lainnya. Bahkan saking merahnya sehingga banyak yang terkena paham komunis. Oleh karena itu kalau ada pemilihan pemimpin baik daerah maupun nasional. kalau basis pendudukungnya Islam pasti di daerah Purwojati akan kalah. Karena memang begitu karakter Islamnya walau sudah beragama Islam tetapi memilih Pemimpin yang basis Islamnya kuat tidak bakal mau. Hal ini sudah terbukti berulang-ulang.

Sang Kyai Muhammad Syechan menjadi pelopor dakwah sejak jaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia sampai akhir hayatnya. Beliau sejak awal banya ditentang oleh lingkungan baik secara kedinasan maupun masyarakat namun tetap tegar sampai mengkader anaknya di pesantren yang berlawanan paham dengan dirinya. Ini membuktikan bahwa beliau tidak memikirkan apa itu golongannya tetapi bagaimana anak-anaknya itu bisa berdakwah buat lingkungannya.

Hampir semua pemahaman agama anak-anaknya sama dengan dirinya, dia mendidik anak-anak dan lingkungannya untuk berubah keislamannya menjadi lebih baik. Sewaktu sebelum kemerdekaan daerah Purwojati Banyumas hampir tidak ada yang mau berdakwah keislaman. Tetapi Kyai Muhammad Syechan tetap tegar berdakwah dan berbuat ihsan untuk lingkungannya.

Rabu, 08 April 2015

Pendaftaran Haji di Bank Syariah tetapi Sistem Bank Konvensional

Ponpes Shidiqiin Wara` Pendaftaran haji di Indonesia menjadi hal yang sangat fenomenal dan rumit, kalau kita mendaftar di bulan ini ( April 2015) maka antrian pembereangkatan hajinya mencapai tahun 2030, artinya kita akan bisa melaksanakan haji pada tahun tersebut. Sistem haji Indonesia yang sangat penuh kepentingan menjadikan urusan haji di Indonesia selalu bermasalah.

Pada saat mendaftar haji di perbangkan khususnya di Bank syariah sebagai salah satu persyaratan pengurusan, Calon haji menemukan berbagai masalah lagi. Salah satu permasalahan tersebut adalah bila pendaftaran haji kita melalui dana talangan haji. Kalau kita membayar telat maka akan kena denda (bunga) yang tidak sedikit. Apakah hal ini diperbolehkan oleh syariah Islam. lalu atura syariah apa yang dipakai sehingga perbankan bernai mengenakan denda (bunga) yang tinggi tersebut?

Haji Indonesia penuh masalah, belum lagi kalau masalah jual beli kursi haji yang sangat merugikan masyarakat yang benar-benar ingin berhaji. Apakah negeri yang berpenduduk mayoritas Islam sudah bermoral kafir?

Rabu, 01 April 2015

Pengertian dan Tujuan Dakwah Kampus

Dakwah Kampus merupakan salah satu bagian dari dakwah secara umum. Dakwah kampus mengkhususnya dirinya untuk bergerak dalam sebuah miniatur masyarakat kecil yang bernama masyarakat kampus. Oleh karena itu dalam menjalankan roda dakwahnya, Dakwah Kampus memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan dakwah di wilayah lain. Dengan kata lain, pola Dakwah Kampus tentu akan berbeda dengan pola di Dakwah Remaja Masjid, atau pada Dakwah di Perkantoran, dan sebagainya. Oleh karena itu, sebelum kita lebih jauh membicarakan mengenai bagaimana rincian pola dan strategi dakwah kampus, maka perlu kita pahami dahulu apa definisi dasar dari Dakwah Kampus.

Definisi Dakwah Kampus
Dakwah Kampus adalah dakwah ammah harokatudz dzahiroh dalam lingkup perguruan tinggi. Dakwah yang sifatnya terbuka, berorientasi kepada rekrutmen dakwah di kalangan civitas akademika secara umum, dan aktivitasnya dapat dirasakan oleh civitas akademika. Civitas akademika yang dimaksud di sini adalah para mahasiswa dan dosen perguruan tinggi. Civitas akademika merupakan bagian dari masyarakat kampus yang hidup dengan peraturan, ada peraturan kampus (rektorat), peraturan ormawa, dan sebagainya. Sehingga untuk dapat mengejewantahkan dakwah ammah harokatudz dzahirah tersebut, maka prinsip 'legal', 'formal', dan 'wajar' dalam kacamata civitas akademika, menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh Dakwah Kampus. Salah satu derivasi dari hal ini, maka biasanya sebuah lembaga dakwah kampus perlu membuat AD/ART sebagai bagian dari bentuk legalisasi organisasi dakwah kampus di sebuah perguruan tinggi.

Untuk menjalankan roda Dakwah Kampus, maka dibutuhkan personil-personil, yaitu Aktivis Dakwah Kampus (ADK). ADK adalah kader dakwah dan tarbiyah yang memiliki peran dalam Dakwah Kampus. Peran yang dilakukan bisa berupa sebagai pengurus lembaga dakwah kampus, murobbi kampus, dan sebagainya. Peran ADK ini bisa dijalankan oleh kader dakwah yang bertitel mahasiswa, atau dosen, atau kader dakwah lainnya yang bersinggungan dengan Dakwah Kampus. Mereka harus dapat bergerak bersama-sama dalam koridor strategi dakwah kampus yang bersangkutan.

Sebagaimana telah diungkapkan di atas, dalam pergerakannya dakwah kampus memiliki medan tersendiri. Medan pergerakan dakwah kampus adalah area di mana dakwah kampus mengaktualisasikan diri. Medan Dakwah Kampus yaitu lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh terhadap dakwah kampus, meliputi manusia-manusianya (para civitas akademika, pejabat dan pegawai kampus, alumni), sarana-sarananya (lembaga kemahasiswaan, institusi perguruan tinggi, institusi pemerintah terkait, institusi kerjasama antar perguruan tinggi), dan aturan main yang berlaku (peraturan perundangan terkait, kurikulum dan sistem administrasi perguruan tingggi), serta sarana dan prasarana kampus.

Dan yang terakhir dalam kajian ini adalah tujuan Dakwah Kampus, terakhir dan sangat penting. Karena tujuan dakwah kampus harus selalu menjadi satu hal yang terus diingat oleh para ADK, agar mereka tahu ke mana arah dakwah kampus berjalan.

Tujuan Dakwah Kampus
Tujuan utama dari Dakwah kampus adalah adanya suplai alumni yang berafiliasi kepada Islam, dan optimalisasi peran kampus dalam upaya mentransformasi masyarakat menuju masyarakat Islami. Derivasi dari hal ini maka peran tarbiyah kampus yang berkesinambungan - untuk menghasilkan alumni-alumni yang berafiliasi kepada Islam - menjadi sangat penting. Derivasi lainnya, lembaga dakwah kampus perlu secara bertahap menjadi lembaga dakwah kampus yang matang, agar dapat memainkan perannya di perguruan tinggi yang bersangkutan untuk dapat mengusung perubahan. Mengenai tahapan dakwah kampus ini perlu kajian tersendiri.

Sasaran Dakwah Kampus

Untuk mencapai tujuan di atas, ada beberapa sasaran antara yang harus dicapai terlebih dahulu. Sasaran tersebut antara lain:

1. Terbentuknya bi’ah (lingkungan) yang kondusif bagi kehidupan Islami di kampus, baik dalam sisi moral, intelektual, maupun tanggungjawab sosial. Kita tahu bahwa kampus adalah lingkungan yang heterogen. Ketika berinteraksi di dalamnya, maka butuh kekuatan untuk menjaga idealisme dengan tetap memperhatikan realitas. Hal ini berarti dakwah kampus memerlukan sebuah lingkungan kecil yang senantiasa dapat terus men-charge ruhiyah para ADK di tengah-tengah aktivitasnya di kampus. Sarana untuk itu adalah tarbiyah yang berkesinambungan untuk para ADK dan yang didakwahkannya.

2. Terbentuknya opini ketinggian Islam di kalangan kampus. Oleh karena itu syiar dalam mengkampanyekan kemuliaan Islam harus terus dilakukan secara rutin. Sarana-sarana syiar untuk ini cukup banyak, misalnya majalah, perpustakaan, peringatan hari besar Islam, tabligh akbar, dan sebagainya. Barangkali bisa kita diskusikan mengenai hal ini dalam kajian tersendiri.

3. Terbentuknya kesinambungan barisan pendukung dakwah. Untuk itu, tarbiyah yang berkesinambungan di setiap angkatan mahasiswa harus dipastikan berjalan. Ini membutuhkan sebuah lajnah yang dapat mengawasi itu dalam jangka panjang.

4. Terbentuknya hubungan timbal balik yang sinergis antara dakwah ammah dengan pengkaderan. Artinya, semua rekrutmen-rekrutmen dakwah diupayakan dapat dilanjutkan dengan proses dakwah secara khusus terhadap orang-orang yang direkrut tersebut.
Demikian kajian singkat mengenai definisi dasar dan tujuan dakwah kampus. Semoga dapat menjaga orisinalitas dakwah kampus di tengah-tengah proses perubahan yang semakin cepat.

DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas