Siswa Diniyah Athfal Ponpes Shidiqiin Wara`

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Niat dari Pendiri dan Pengasuh adalah Jihad

Melalui PP Shidiqiin Wara`Pendiri dan Pengasuh PPSW berniat Jihad di Jalan Allah meninggikan Kalimat Allah.

Halangan dan Tantanga Dakwah PP Shidiqiin Wara` 3

Setiap Halangan dan Tantangan dilalui dengan Sabar sehingga PPSW berjalan puluhan tahun.

Kyai Muhammad Syechan Pendiri PP Shidiqiin Wara`

Tenaga.Pikiran dan Harta untuk Dakwah di Lingungan Purwojati Melalui PP Shidiqiin Wara`.

Pager Bangsa-Pengajian Gerakan Kebangsaan 5

Pager Bangsa diadakan pertama kali untuk anggota Pemuda Pakarti Purwojati dalam ikut membangun NKRI.

Tampilkan postingan dengan label Manhaj-Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj-Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Maret 2016

Panji-Panji yang Dijanjikan 2

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rum turun di kota A’maq dan di Dabiq (dekat Damaskus). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rum, ‘Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi’. Maka kaum Muslimin berkata, ‘Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami. Dan ketika mereka (Al-Mahdi serta para pengikutnya) telah sampai di Syam, keluarlah Dajjal. Dan ketika mereka sudah bersiap-siap untuk berperang, mereka berbaris dengan rapi. Tiba-tiba, ketika waktu shalat sudah masuk, turunlah Isa Ibn Maryam AS.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)


Telah bersabda Rasulullah SAW, “Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah. Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut dengan paksa. Kemudian mereka membaiatnya antara sudut Ka’bah dengan maqam Ibrahim.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Thabrani)


Telah bersabda Rasulullah SAW, “Pusat kepemimpinan kaum Muslimin pada hari peperangan yang paling besar adalah di sebuah negeri yang bernama Ghuthah, yang mana di negeri itu terdapat sebuah kota yang bernama Damsyik (Damaskus). Ia merupakan tempat tinggal yang terbaik bagi kaum Muslimin pada waktu itu.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)



Selasa, 15 Maret 2016

Manhaj Sunnah yang Keliru

PP. SHidiqiin Wara` Purwojati. Manhaj Sunnah yang Keliru


Indonesia yang Getol bela bukan Arab Saudi
Sekarang banyak umat yang mengikuti manhaj sunnah, yaitu manhaj yang sesuai dengan ucapan, perilaku nabi Muhammad. Manhaj sunnah ini sering mengkafirkan orang (kelompok) lain bagi yang tidak sejalan.

Manhaj sunnah harusnya sesuai benar dengan syariah dan akhlaq Nabi Muhammad SAW. Dalam alquran jelas salah satunya adalah cinta terhadap kaum Muslimin bersikap keras terhadap kaum kufar. bukan menjadikannya teman dan meninggalkan orang Islam. Ber-Manhaj Sunnah Harus Peduli Terhadap Sesama Muslim

Negara arab menjadi pangkalan AS dari dahulu, sudah jutaan orang Islam dibantai melalui pangkalan di Arab tersebut baik itu Afganistan, Irak, Suriah dan lainnya. Apakah pemahaman manhaj tersebut yang membiarkan bahkan membantu pembantaian umat Islam itu adalah bermanhaj sunnah?
RI Rajin membelanya, Arab senang berteman AS
Coba renungkan secara mendalam dan memohon kepada Allah apakah itu suatu ajaran Islam sesuai sunnah atau tidak? kalau ya maka kuatkanlah keyakinanmu itu tapi kalau tidak sesuai sunnah kami pertanyakan keimanan manhaj sunnah tersebut. Mereke mengaku manhaj sunnah tapi jauh dari nilai-nilai ajaran nabi Muhammad. Berpegang Manhaj Sunnah Tapi tidak Totalitas, itulah mereka


Allah dan rasulnya banyak mencela orang-orang yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Bahkan dicap sebagai Kafir, orang-orang yang tidak peduli terhadap sesamanya. Dalam hadits dibawah ini
Korban Palestina-Manhaj Sunnah dan Imam di Arab-mu Memiarkan ini terjadi 


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda,
ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai aku mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan bagin tetangga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Korban Suriah yang dibombardir AS dan Sekutunya, Apa Aqidahmu?

Renungkanlah hadits ini. Renungkanlah betapa besar hak tetangga.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda
وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman!” Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. al-Bukhari).
Dalam riwayat Imam Muslim:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim).
Nabi ﷺ juga bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim no. 47)
Hadits-hadits ini –dan masih banyak hadits lainnya- menjelaskan tentang hak seorang tetangga. Mengapa demikian? Karena Allah hendak menjadikan hubungan bertetangga adalah hubungan yang bermanfaat antara satu dengan yang lainnya. Allah ﷻ agar kehidupan bertetangga bukanlah kehidupan saling mengganggu dan menyakiti. Oleh karena itu, banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedudukan tetangga.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)
JUGA LIHAT HADITS
Teks dan Terjemah Hadits

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ. (أخرجه مسلم)

 “Dari Abu Hurairoh berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa member kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan member kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah saw. menyatakan:

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. (أخرجه البخارى)

Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. (HR. Bukhari)

Dalil-Dalil Pelarangan Mengambil Wali Selain Orang Islam

Surat Ali Imran/3:28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab) diluar orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian maka tiada baginya sesuatu (pertolongan) dari Allah, kecuali kamu menjaga diri dari mereka sesuatu yang ditakuti.

Berkait dengan turunnya ayat di atas IbnuAbbas meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw keluar pada perang Ahzab, Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa ia mempunyai 500 orang teman Yahudi dan mengusulkan kepada Nabi untuk mengajak mereka menghadapi musuh bersama supaya dapat mengalahkan mereka, lalu Allah menurunkan ayat tersebut.

Surat Al Maidah/5:51
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani sebagai wali (kawan setia), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang dlalim

Berkait dengan ayat diatas, Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa ada 2 orang yang telah mengadakan perjanjian setia dengan Bani Qainuqa’ yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul dan Ubadah bin shamit. Pada saat Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah saw, Abdullah bin Ubay tetap memegang teguh perjanjiannya dengan Bani Qainuqa’ sedangkan Ubadah bin shamit melepaskan perjanjian itu dan menyatakan kesetiaannya kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat tersebut.

Hadits Riwayat Muslim
Ada seorang laki-laki yang terkenal pemberani dan suka menolong menemui Rasulullah saw dan berkata,’Saya datang untuk ikut Anda dan memperoleh harta (rampasan bersama) Anda’. Rasulullah saw berkata,’Apakah kamu mempercayai Allah dan RasulNya? Dia menjawab,’Tidak’. Rasulullah saw menjawab,’Kembalilah, saya tidak akan meminta pertolongan kepada orang musyrik’. Peristiwa ini terjadi sampai tiga kali, Rasulullah tetap memberikan jawaban yang sama dan terkhir orang itu menyatakan keberimanannya kepada Allah dan RasulNya barulah Beliau mengijinkan untuk mengikuti perang bersamanya.

Kesimpulannya adalah
  1. Orang Beragama bukan hanya rajin sholat dan tepat waktu sholatnya (kalau tidak peduli tetangga sholat tersebut tidak dianggap oleh Allah)
  2. Muslim tidak hanya berjenggot, tidak berisbal, bercadar dll tapi harus peduli kepada muslim lainnya. Indonesia negara dicap kafir tetapi paling getol dalam pembelaan Kemerdekaan Palestina, Arab saudi dirujuk dan diakui sebagai pusat manhaj salaf tetapi tidak pernah serius membela Palestina bahkan menjadi pangkalan AS untuk membantai Islam. Uang-uang konglomerat dari arab disimpan dalam bank-bank AS bunganya tidak diambil tetapi bunga itu dipakai untuk membuat senjata yang dipakai membantai negara-negara Islam.
  3. Hanya orang-orang yang bodoh mengaku Islam paling baik (paling sesuai Nabi Muhammad / Sunnah ) tetapi sesama saudaranya selalu mengkafirkan. Catatan dalam perkembangan awal paham manhaj salaf membantai orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Indonesia tidak ada pernah kasus pembantaian manhaj salaf oleh orang-rang yang berpaham berkembang dahulu di Nusantara. 
  4. Maka kita harus perbaiki pengertian manhaj terlebih dahulu. Baru kita melakukan tindakan sesuai manhaj tersebut.

Ya Allah, Orang-orang yang mengaku bermanhaj sunnah tetapi tidak sesuai dengan alquran meninggalkan kaum Muslimiin dan berteman dengan orang-orang kafir beserta pengikut-pengikutnya, negaranya, imam-imam mereka itu benar maka kuatkanlah keimanan mereka Tetapi senaliknya ya Allah kalau msereka itu salah maka berilah mereka petunjuk yang benar tentang aqidah mereka.

Ya Allah, mereka mengaku golongan mereka adalah yang paling benar dan lainnya adalah sesat, kalau kenyataan ini benar sesuai dengan alquran maka kuatkanlah mereka diatas dunia ini bahkan diakhiratnya nanti. Tetapi bila mereka itu merupakan pemahaman salah maka berilah mereka petunjuk atas kesalahan-kesalahan akidah dan keyakinan mereka.

Ya Allah kalau mereka yang simpati atau membiarkan negara pusat Islam dijadikan pangkalan orang kafir untuk menghancurkan itu benar maka kuatkanlah negara dan golongan keagamaan mereka, imam-imam mereka dan pengikut-pengikutnya untuk tetap berdakwah. Tetapi kalau mereka (Negara, golongan dan pengikutnya) ang salah maka hancurkan gerakannya karena akan merusak keiaman banyak orang. Ya allah kalau memang kami yang menuntut keadilan dan janjimu dalam alquran malah yang salah maka kami bersedia untuk dihukum sesuai ketentuan-Mu,

Ya Allah dengan berwasilah amal kami khususnya bacaan-bacaan alquran khusunya alfatihah, alkahfi dan lainnya maka saya mohon kabulkanlah hajat kami ya allah, Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan mengabulkan doa serta maha kuasa atas segala sesuatu dan menepati janji-Nya.





Jumat, 11 Maret 2016

Amaliyah Baca AL-Kahfi Melindungi PPSW dari Dajal dan Pengikutnya

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati  Amaliyah Baca AL-Kahfi Melindungi PPSW dari Dajal dan Pengikutnya


Dajal takut dengan Al-Kahfi #PPSW Purwojati
Setiap nabi-nabi yang membawa risalah kerasulan maka akan diberi peringatan oleh Allah SWT akan bahaya datangnya dajal. Begitu pula Nabi Muhammad SAW.  Dajal merupakan seberat-beratnya ujian bagi umat Islam. Sehingga setiap umat Islam diperintahkan untuk selalu waspada akan datangnya dajal dan perbuatan pengikut-pengikutnya.


Keluarnya Dajjal merupakan di antara tanda datangnya kiamat. Fitnah (cobaan) yang ditimbulkan oleh Dajjal adalah seberat-beratanya ujian yang akan dihadapi manusia.
Dalam sebuah hadits shahih disebutkan,
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada satu pun makhluk sejak Adam diciptakan hingga terjadinya kiamat yang fitnahnya (cobaannya) lebih besar dari Dajjal.” (HR. Muslim no. 2946) An Nawawi rahimahullah menerangkan, “Yang dimaksud di sini adalah tidak ada fitnah dan masalah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal.”[2]
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di hadapan manusia lalu memuji Allah karena memang Dialah satu-satunya yang berhak atas pujian kemudian beliau menceritakan Dajjal. Beliau bersabda,
إِنِّى لأُنْذِرُكُمُوهُ ، وَمَا مِنْ نَبِىٍّ إِلاَّ أَنْذَرَهُ قَوْمَهُ ، لَقَدْ أَنْذَرَ نُوحٌ قَوْمَهُ ، وَلَكِنِّى أَقُولُ لَكُمْ فِيهِ قَوْلاً لَمْ يَقُلْهُ نَبِىٌّ لِقَوْمِهِ ، تَعْلَمُونَ أَنَّهُ أَعْوَرُ ، وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِأَعْوَرَ
“Aku akan menceritakannya kepada kalian dan tidak ada seorang Nabi pun melainkan telah menceritakan tentang Dajjal kepada kaumnya. Sungguh Nabi Nuh ‘alaihis salam telah mengingatkan kaumnya. Akan tetapi aku katakan kepada kalian tentangnya yang tidak pernah dikatakan oleh seorang Nabi pun kepada kaumnya, yaitu Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Allah sama sekali tidaklah buta“. (HR. Bukhari no. 3337 dan Muslim no. 169)
Dari Anas, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بُعِثَ نَبِىٌّ إِلاَّ أَنْذَرَ أُمَّتَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ ، أَلاَ إِنَّهُ أَعْوَرُ ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ ، وَإِنَّ بَيْنَ عَيْنَيْهِ مَكْتُوبٌ كَافِرٌ
“Tidaklah seorang Nabi pun diutus selain telah memperingatkan kaumnya terhadap yang buta sebelah lagi pendusta. Ketahuilah bahwasanya dajjal itu buta sebelah, sedangkan Rabb kalian tidak buta sebelah. Tertulis di antara kedua matanya “KAAFIR”.” (HR. Bukhari no. 7131)
Dalam sebuah hadits shahih, dari Abu Umamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يا أيها الناس ! إنها لم تكن فتنة على وجه الأرض منذ ذرأ الله ذرية آدم أعظم من فتنة الدجال و إن الله عز و جل لم يبعث نبيا إلا حذر أمته الدجال و أنا آخر الأنبياء و أنتم آخر الأمم و هو خارج فيكم لا محالة
“Wahai sekalian manusia, sungguh tidak ada fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal di muka bumi ini semenjak Allah menciptakan anak cucu Adam. Tidak ada satu Nabi pun yang diutus oleh Allah melainkan ia akan memperingatkan kepada umatnya mengenai fitnah Dajjal. Sedangkan Aku adalah Nabi yang paling terakhir dan kalian juga ummat yang paling terakhir, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian.” (Dikeluarkan dalam Shahih Al Jaami’ Ash Shoghir no. 13833. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Pesan Pimpinan PPSW Purwojati: Ada Dajalisme

Pengertian Dajal
DALAM bahasa Arab, istilah dajjal lazim digunakan untuk menyebut “nabi palsu”. Namun, istilah ad-Dajjal, yang dimaksudkan di sini merujuk pada sosok “pembohong” yang muncul menjelang dunia berakhir atau kiamat. Sosok itu juga disebut sebagai al-Masih ad-Dajjal; yang dimaksudkan di sini adalah “Al-Masih Palsu”. Menurut beberapa sumber, istilah ini berasal dari istilah Syria, yakni Meshiha Deghala yang telah menjadi kosakata umum di Timur Tengah selama lebih dari 400 tahun sebelum al-Qur’an diturunkan.
Dalam kamus Lisân al-‘Arab, dikemukakan bahwa Dajjal berasal dari kata dajala, artinya menutupi. Mengapa dikatakan menutupi? Karena ia adalah pembohong yang akan menutupi segala kebenaran dengan kebohongan dan kepalsuannya. Dikatakan “menutupi” karena Dajjal kelak akan menutupi bumi dengan jumlah pengikutnya yang sangat banyak. Ada juga yang berpendapat bahwa Dajjal kelak akan menutupi manusia dengan kekafiran atau ingkar terhadap kebenaran yang datangnya dari Allah Swt.
Menurut Al-Qur’an
Lalu, siapakah sesungguhnya Dajjal menurut rujukan utama dan pertama kita dalam menggali berbagai informasi, utamanya berkaitan dengan agama, yakni al-Qur’an al-Karim? Sayangnya, kata Dajjal ini tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an. Namun, sumber kedua kita, yakni hadits Nabi Muhammad Saw. banyak menginformasikan tentang Dajjal ini.
Mengapa Dajjal tidak disebut secara langsung di dalam al-Qur’an? Pertanyaan ini perlu kita jawab terlebih dahulu sebelum menelusuri informasi tentang Dajjal dari hadits Nabi Saw. Jawaban yang sesungguhnya, sudah barang tentu, hanya Allah Swt. Yang Maha Mengetahui. Namun, para ulama memberikan pendapat mengenai hal ini.
Penyebutan Dajjal di dalam al-Qur’an sudah termasuk dalam kandungan ayat sebagai berikut:
“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya Kami pun menunggu (pula).” (QS al-An’âm [6]: 158).

Dalam ayat tersebut diatas tersirat dajal dari yang tersurat beberapa ayat Tuhan-Mu. Dari kata tersebut kalau dihubungkan dengan hadits maka akan diketahui salah satunya adalah Dajjal.


HADITS – HADITS TENTANG FITNAH DAJJAL



“Segolongan dari umatku akan senantiasa saling membunuh di atas kebenaran kepada gologan yang menentangnya, hingga akhirnya Al-Masih membunuh Dajjal. (takhrij hadits oleh Syaikh Al-Albani dalam kitab “Ash-shahihah” nomor (I959)
“Dajjal tidak akan muncul hingga manusia lupa mengingatnya dan hingga pemimpin-pemimpin tidak menyebutnya lagi di atas mimbar” (Imam Al Haitsami berkata dalam kitab “Majma az-Zawaid'(7335): (dikeluarkan oleh Abdullah ibnu Ahmad dari riwayat Biqiyyah dari Shafwan ibnu Amr. Hadits ini shahih sebagaimana Ibnu Ma’in dan Biqiyyah katakan, dan rijalun sanadnya terpercaya)
“Dajjal datang dan menginjakkan kakinya di bumi kecuali di Makkah dan Madinah. Lalu ia mendatangi Madinah, tetapi ia mendapati setiap celahnya ada barisan malaikat. “ Hadits ini telah ditakhrij oleh Syaikhain dan imam-imam lainnya dari Anas ibnu Malik radhivallahu ‘anhu & Syaikh Al-Albani dalam kitab “Ash-shahihah” nomor (I959)

1.) Dari Abdullah ibnu Mughaffal  ia mengatakan bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: Allah tidak pernah menurunkan ke bumi sejak penciptaan Adam hingga terjadinya hari kiamat, sebuah fitnah yang lebih besar dari fitnah Dajjal. Saya telah mengatakan suatu perkataan yang belum pernah seorang pun mengatakanya sebelumku. Dia itu adalah dari golongan manusia dengan rambut keriting, mata kirinya buta, di atas mata kanannya ada alis yang tebal, dan ia mampu menyembuhkan kebutaan dan penyakit belang-belang, dan dia akan berkata: “Saya adalah tuhanmu,” – Maka barang siapa yang mengatakan, “Saya adalah tuhanmu” maka tidak akan terjadi fitnah pada dirinya. Dan barang siapa yang mengatakan, “Kamu adalah tuhanku”, maka dia akan tertimpa fitnah. Dia akan bersama kalian sesuai kehendak Allah, kemudian Allah mengutus Isa ibnu Maryam untuk membenarkan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam, selaku pemimpin yang memberi  petunjuk dan penengah yang adil, lalu dia akan membunuh Dajjal.” (Hadits ini telah diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dalam kitab “Al-Kabir” dan kitab “Al Ausath”. Dan sanadnya tsiqah. )

2.) Sesungguhnya dajjal mata kirinya juling, diatasnya terdapat alis yang tebal, dan tertulis di antara kedua matanya: kafir) (Hadits Shahih riwayat Imam Ahmad (3/115 dan 201)
3.) Dari Huzaifah, ia berkata bahwa Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Sesungguhnya saya tidak pernah sekhawatir akan fitnah yang terjadi pada kalian selain fitnah Dajjal. Tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari fitnah ini sehingga ia pun tidak akan selamat darinya, Suatu fitnah tidak diciptakan di muka bumi ini – baik sebesar maupun kecil – kecuali untuk menambah fitnah Dajjal. (Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Ahmad (5/389) dan Ibnu Hibban (1897) Lafazhnya: “Sesungguhnya tidak ada fitnah yang kecil maupun yang besar kecuali fitnah Dajjal.” Dengan tambahan: “Tertulis di antara ke dua matanya: kafir.” Imam Muslim menambahkan (8/195): “Tulisan itu terbaca oleh setiap mukmin yang mampu menulis dan tidak mampu menulis.” Tambahan ini menurut Imam Hambal (51/1) dari jalur lain.
4.) Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pernah bersabda: “Tidak ada seorang nabi pun kecuali telah memperingatkan umatnya tentang si juling yang pendusta, dan ketahuilah bahwa Dajjal itu juling, sedangkan Tuhanmu tidak juling. Tertulis di antara kedua matanya –kafir– (mampu dibaca oleh setiap muslim).” (Hadits ini telah ditakhrij oleh Imam Bukhari (13/85), Imam Muslim (8/195), Abu Daud (92/213), At-Tirmidzi (2246), dan menshahihkannya, Imam Ahmad (3/103 dan 173, 276 dan 290) Imam Hambal (51/2), Ibnu Khuzaimah dalam kitab “At-Tauhid” (hal.32), Ibnu Mandah (97/1) dan tambahan oleh Imam Muslim dan Ahmad dan yang lainnya.
Binasanya Dajjal
Dajjal akan mati di tangan al-Masih ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, sebagaimana ditunjukkan oleh beberapa hadits shahih. Hal itu bahwa Dajjal akan berkelana di seluruh permukaan bumi, kecuali Makkah dan Madinah, pengikutnya sangat banyak, fitnahnya menyeluruh dan tidak ada yang selamat darinya kecuali sedikit saja dari kaum mukminin, di saat itu turunlah Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam di atas menara timur di Damaskus, sementara hamba-hamba Allah yang beriman berkumpul di sekelilingnya hingga beliau berjalan bersama mereka menuju Dajjal. Adapun Dajjal sedang menghadap ke Baitul Maqdis ketika Nabi ‘Isa turun, lalu Nabi ‘Isa mendapatinya di pintu Ludd. Ketika Dajjal melihatnya, maka dia akan mencair seperti garam yang larut. Kemudian ‘Isa Alaihissallam berkata, “Sesungguhnya aku memiliki satu pukulan untukmu, engkau tidak akan luput dariku, akhirnya ‘Isa mendapatkannya dan membunuhnya dengan tombak dan para pengikutnya kalah, sehingga orang-orang yang beriman mengejar dan membunuh mereka hingga pepohonan dan bebatuan berkata, “Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Ini seorang Yahudi di belakangku, kemari, bunuh dia!” Kecuali gharqad karena ia adalah pohon orang Yahudi”. [8]
Pada kesempatan ini kami uraikan beberapa hadits yang menjelaskan kebinasaan Dajjal dan para pengikutnya
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhuma, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ الدَّجَّالُ فِيْ أُمَّتِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) فَيَبْعَثُ اللهُ عِيْسَى بْنَ مَرْيَمَ كَأَنَّهُ عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُوْدٍ، فَيَطْلُبُهُ، فَيُهْلِكُهُ.
Dajjal akan muncul pada umatku… (lalu dia menuturkan hadits, dan di dalamnya:) lalu Allah mengutus ‘Isa bin Maryam seakan-akan ia adalah ‘Urwah bin Mas’ud, kemudian dia mencarinya dan membinasakannya.’” [9]
Imam Ahmad dan at-Tirmidzi meriwayatkan dari Majma’ bin Jariyah al-Anshari Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَقْتُلُ ابْنُ مَرْيَمَ الدَّجَّالَ بِبَابِ لُدٍّ.
‘Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.” [10]
Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari an-Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu anhu, sebuah hadits yang panjang tentang Dajjal… dan di dalamnya terdapat kisah turunnya Nabi ‘Isa dan terbunuhnya Dajjal, dan di dalamnya ada sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Orang kafir yang mencium aroma nafasnya akan mati, dan aroma nafas-nya dapat tercium sejauh pandangannya. Lalu dia mencarinya, sehingga men-dapatkannya di pintu Ludd, kemudian dia membunuhnya.” [11]
Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhuma, bahwasanya dia berkata, “Dajjal akan muncul pada saat agama sudah tidak diperhatikan dan ilmu (agama) sudah ditinggalkan…” (lalu beliau menuturkan hadits, dan di dalamnya ada ungkapan:) “Kemudian Nabi ‘Isa bin Maryam turun, lalu beliau berseru pada waktu sahur, dia berkata, ‘Wahai manusia, apa yang menghalangi kalian untuk keluar menghadapi si pendusta lagi buruk ini?’ Mereka berkata, ‘Ini seorang laki-laki dari bangsa jin.’ Akhirnya mereka semua pergi. Tiba-tiba mereka berjumpa dengan Nabi ‘Isa bin Maryam Alaihissallam, kemudian iqamah shalat dikumandangkan. Dikatakan kepadanya, ‘Majulah untuk meng-imami kami, wahai Ruuhullaah!’ Beliau berkata, ‘Hendaknya imam kalian yang maju, dan menjadi imam bagi kalian,’ kemudian seusai melakukan shalat Shubuh, mereka semua keluar menemuinya (Dajjal).’ Beliau (Rasul) bersabda, ‘Ketika si pendusta melihatnya (Nabi ‘Isa), maka dia akan mencair bagaikan garam yang mencair di dalam air. Selanjutnya dia berjalan menujunya, lalu membunuhnya hingga pepohonan dan bebatuan berkata, ‘Wahai Ruuhullaah, ini orang Yahudi,” maka dia tidak meninggalkan seorang pun yang mengikutinya (Dajjal) melainkan dia membunuhnya.”[12]
Dengan terbunuhnya Dajjal -semoga Allah melaknatnya- oleh Nabi ‘Isa, maka berakhirlah fitnah yang besar, dan Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman dari kejelekannya dan kejelekan para pengikutnya melalui tangan Ruuhullaah dan Kalimatullaah, ‘Isa bin Maryam q dan para pengikutnya yang beriman, hanya milik Allah-lah segala puji dan karunia.
AMALAN AGAR TERHINDAR DARI DAJJAL
Banyak hadits-hadits Nabi saw yang menjelaskan keutamaan surat al-Kahfi, antara lain:

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Dari Abu Darda, dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surat al-Kahfi maka dia akan dijaga dari Dajjal (HR: Muslim)

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : من قرأ سورة الكهف كما أنزلت كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة و من قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه

Dari Abu Said al-Khudri, Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa membaca surat al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka baginya cahaya pada hari Kiamat dari tempat berdirinya hingga Makkah, dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhirnya kemudian Dajjal keluar, maka dia tidak akan dapat dikuasainya. (HR: Muslim)


عن أبي الدرداء عن النبي ( صلى الله عليه وسلم ) أنه قال ( من قرأ عشر آيات من آخر سورة الكهف عصم من فتنة الدجال )

Dari Abu Darda, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, “Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir surat al-Kahfi, maka ia terlindung dari fitnah Dajjal”
Dan berikut adalah lafadz bacaan doa mohon perlindungan dari fitnah dajjal selengkapnya:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.
 Artinya :
“Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksaan kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.”
Hampir seluruh nabi mewasiatkan kepada kaumnya untuk berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal, sebab orang yang mengalami zaman Dajjal akan mendapat ujian iman yang begitu berat. Selain hadits-hadits di atas yang berisi pesan agar kita membaca surat al-Kahfi dan terhindar dari fitnah Dajjal, Rasulullah saw pun menyuruh kita membaca doa perlindungan dari fitnah Dajjal pada saat tahiyat akhir dan sebelum salam dalam shalat-shalat kita.

Lalu, apa hubungannya fitnah Dajjal (akhir zaman) dengan surat al-Kahfi sebagai benteng perlindungan dari fitnah Dajjal?

Dalam surat al-Kahfi terdapat empat kisah:

Kisah pertama; tentang sekelompok anak muda yang beriman kepada Allah SWT dan hidup di tengah pemerintahan yang zhalim, mereka menawarkan Islam namun ditolaknya, kemudian mereka dikejar-kejar, lalu berlindung di gua (kahfi) dan tertidur selama 309 tahun, kemudian tatkala bangkit kembali, keadaan negeri berubah jauh dari sebelumnya dan penduduknya telah beriman kepada Allah. (ayat 14-18)

Kisah Kedua, tentang seorang shohibul Jannatain (pemilik dua kebun) yang telah diberi nikmat Allah, namun mengingkari nikmat itu, dan melupakan Allah serta hari kiamat karena terlena dengan harta meskipun sudah diperingatkan saudaranya. (Ayat 32-42)

Kisah ketiga, Kisah Nabi Musa as dan Khidr, tatkala Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, “Siapakah orang paling alim (pintar) di bumi ini?” Musa menjawab bahwa dirinya-lah orang yang paling pintar di dunia. Kemudian Allah mengingatkan nabi Musa as bahwa ada hamba Allah yang lebih pintar dan alim dari dirinya, yang kemudian Musa as pun memohon kepada Allah agar ditunjukkan tempat Khidr yang berada di antara dua pertemuan laut (Majma’ al-bahrain). Namun setelah menuntut ilmu kepada Khidr, Musa as pun tidak tahan dengan sikap Khidr as.(ayat 62-70)

Kisah keempat, tentang Zulkarnain seorang raja yang adil dan menebarkan kebenaran ke seluruh negeri-negeri, hingga bertemu dengan suatu kaum yang hampir tidak dapat dimengerti bahasanya. Namun meskipun beliau mempunyai kekuasaan dan kemampuan, dalam melaksanakan tugasnya beliau masih tetap meminta pertolongan dari pihak lain karena ketawadhuannya. “maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka” (ayat 95)
PP Shidiqiin Wara` ` Purwojati Dalam Melindungi Dari Dajjal dan Pengikutnya
Pondok Pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati selalu memperingatkan kepada santri-santrinya akan bahaya Dajal dan pengikut-pengikutnya. Kalau Dajal sudah jelas ciri - ciri fisik dan tanda-tanda datangnya Dajal. Namun untuk mengenali pengkut-pengikut Dajal atau orang yang mendukung baik langsung atau tidak langsung tindakan Dajal. 
Pengikut-pengikut Dajal adalah orang-orang yang selalu memusuhi dakwah penegakkan Islam (Dajalisme). Kalau ada lembaga pendidikan keagamaan (Ponpes) dimusuhi karena dipengaruhi oleh orang lain agar ikut memusuhi Ponpes kami maka itu merupakan tanda-tanda pengikut dajal baik diosari atau tidak. Maka bagi kami akan selalu untuk berusaha melindunginya dengan amaliyah membaca Surat Al-Kahfi pada Hari Jumat. 
Disamping itu, bacaan tersebut diniatkan untuk menghancurkan mereka yang terus-terusan memusuhi dakwah seseorang atau lembaga dakwah tanpa dasar yang kuat. Hal ini dilakukan oleh Pimpinan Pondok Pesantren PPSW, Raras Wuri untuk melindungi dakwah berdasarkan Manhaj Al-Quran dan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Selain itu juga untuk melaksankan pesan dar almarkhum Kyai Muhammad Syechan dan Nyai Rukiyah untuk tetap menjaga ponpes dan menjadikannya sebagai pusat dakwah Islam yang sudah dilakukan dari jaman sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.
[Disalin dari kitab Asyraathus Saa’ah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir dan dari berbagai sumber
_______
Footnote
[1]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan, bab az-Zamanul Ladzi la Yuqbalu fiihil Iimaan (II/195, Syarh an-Nawawi), dan Jaami’ at-Tirmidzi fi Tuhfatil Ahwadzi (VIII/449).
[2]. Beliau adalah Rafi’ bin Mahran ar-Rayyahi, pernah menjadi tuan bagi al-Hasan al-Bashri yang merupakan salah satu tokoh Tabi’in, mendapatkan zaman al-Jahiliyyah dan masuk Islam setelah wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau meriwayatkan dari banyak Shahabat Radhiyallahu anhum, dan wafat pada tahun 90 H rahimahullah.
Lihat biografinya dalam Tahdziibut Tahdziib (III/284-285).
[3]. Tafsiir al-Qurthubi (XV/325).
[4]. Fat-hul Baari (XIII/92).
[5]. Shahiih al-Bukhari, kitab al-Fitan, bab La Yadkhulud Dajjal al-Madinah (XIII/101, al-Fat-h).
[6]. Shahiih Muslim, kitab al-Fadhaa-il, bab Fadhaa-il Abi Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu (XV/155, Syarh an-Nawawi).
[7]. Fat-hul Baari (XIII/91-92, al-Fat-h).
[8]. Ludd adalah sebuah daerah di Palestina dekat Baitul Maqdis.
Lihat Mu’jamul Buldaan (V/15).
[9]. Lihat an-Nihaayah/al-Fitan wal Malaahim (I/128-129) tahqiq Dr. Thaha Zaini.
[10]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/75-76, Syarh an-Nawawi).
[11]. Al-Fat-hur Rabbaani Tartiibu Musnad Ahmad (XXIV/83), dan at-Tirmidzi (VI/513-514, Tuhfatul Ahwadzi)
[12]. Shahiih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah, bab Dzikrud Dajjal (XVIII/67-68, Syarh an-Nawawi).
Al-Fat-hur Rabbaani Tartiib Musnad Ahmad (XXIV/85-86).
Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan dua sanad, perawi salah satunya adalah perawi ash-Shahiih.” Lihat Majmaa’uz Zawaa-id (VII/344).

Rabu, 24 Februari 2016

Pagerbangsa YGNI: Dalil Kebangsaan-Bernegara #PPSWA

Ponpes Shidiqiin Wara`Purwojati. Pagerbangsa YGNI: Dalil Kebangsaan-Bernegara #PPSWA
Raras WM, SPdI,MPdI-Pemuda Pakarti YGNI Purwojati
Raras WM, SPdI,MPdI-Pemuda Pakarti YGNI Purwojati
PENGHINA PANCASILA HRS DITINDAK  (gotik dkk)

Plato [427-347 SM.], filsuf Yunani Kuno memandang model kehidupan negara-kota lah yang paling ideal. Negara ideal tidak boleh terlalu gemuk, cukup seluas kota agar mudah melakukan perencanaan, pengaturan, dan pendisiplinan.[1] Al-Farabi [w. 874 M.], sebagai wakil filsuf dari dunia Islam menawarkan konsep Madinah Fadhilah [Kota Utama] di mana seluruh kehidupannya didasarkan pada rasionalisasi [al-‘aql] yang menyatukan seluruh elemen masyarakatnya. Tanpa mempertimbangkan besaran wilayah suatu negara. al-Mawardi [w. 1058 M.], ahli hukum tata negara klasik menyatakan sebuah negara harus disatukan oleh suatu ideologi yang berwibawa dan diterima-patuhi oleh seluruh elemen yang hidup di dalamnya. Ideologi itu bernama agama [al-din al-mutha’].

Awalnya, konsep kebangsaan menuntut kesatuan asal; ras, bahasa, budaya, filosofi berfikir dan bahkan mungkin keyakinan. Negeri asal konsep ini muncul memang demikian adanya. Setiap suku bangsa memiliki lembaga politiknya sendiri. Sehingga timbul negeri-negeri kecil yang terpisah-pisah, independen, antara satu dan lainnya. Hal ini tentu saja berbeda dengan konteks Indonesia. Ribuan suku yang memiliki tradisi, adat-istiadat, filosofi dan keyakinan yang berbeda dipaksa-persatukan dalam sebuah negara kesatuan bernama NKRI. Hal ini tidak dapat disebut anomali dari konsep kebangsaan. Karena, konsep kebangsaan yang diambil adalah model Ernest Renan, seorang filsuf kawakan Prancis. Suatu kehidupan yang dibangun di atas dasar keinginan untuk hidup bersama dalam satu wadah negara. Yang boleh jadi diisi oleh kelompok masyarakat yang berbeda secara etnis, bahasa, dan keyakinan. Di sinilah problem keragaman kebudayaan itu timbul. Seseorang atau suatu masyarakat dituntut membiasakan diri menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Demikianlah buku Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan arti kebahasaan terhadap konsep multikulturalisme. Di sisi lain, dalam Al-Quran ternyata ditemukan sembilan kali kata ummat yang digandengkan dengan kata wahidah, sebagai sifat umat. Tidak sekali pun Al-Quran menggunakan istilah Wahdat Al-Ummah atau Tauhid Al-Ummah (Kesatuan/ penyatuan umat). Karena itu, sungguh tepat analisis Mahmud Hamdi Zaqzuq, mantan Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Azhar Mesir, yang disampaikan pada pertemuan Cendekiawan Muslim di Aljazair 1409 H/ 1988 M, bahwa Al-Quran menekankan sifat umat yang satu, dan bukan pada penyatuan umat, ini juga berarti bahwa yang pokok adalah persatuan, bukan penyatuan. Perlu pula digarisbawahi, bahwa makna umat dalam konteks tersebut adalah pemeluk agama Islam. Sehingga ayat tersebut pada hakikatnya menyatakan bahwa agama umat Islam adalah agama yang satu dalam prinsip-prinsip (ushul)-nya, tiada perbedaan dalam akidahnya, walaupun dapat berbeda-beda dalam rincian (furu') ajarannya. Artinya, kitab suci ini mengakui kebhinekaan dalam ketunggalan. Ini juga sejalan dengan kehendak Ilahi, antara lain yang dinyatakan-Nya dalam Al-Quran surat Al-Ma-idah (5): 48: Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja). Tetapi itu tidak dikehendaki-Nya.


Sebagaimana terpahami dari perandaian kata lauw, yang oleh para ulama dinamai harf imtina' limtina', atau dengan kata lain, mengandung arti kemustahilan. Kalau demikian, tidak dapat dibuktikan bahwa Al-Quran menuntut penyatuan umat Islam seluruh dunia pada satu wadah persatuan saja, dan menolak paham kebangsaan. Jamaluddin Al-Afghani, yang dikenal sebagai penyeru persatuan Islam (Liga Islam atau Pan-Islamisme), menegaskan bahwa idenya itu bukan menuntut agar umat Islam berada di bawah satu kekuasaan, tetapi hendaknya mereka mengarah kepada satu tujuan, serta saling membantu untuk menjaga keberadaan masing-masing. Janganlah kamu menjadi seperti mereka yang berkelompok-kelompok dan berselisih, setelah datang penjelasan kepada mereka ... (QS Ali 'Imran [3]: 105). Kalimat "dan berselisih" digandengkan dengan "berkelompok" untuk mengisyaratkan bahwa yang terlarang adalah pengelompokan yang mengakibatkan perselisihan. Kesatuan umat Islam tidak berarti dileburnya segala perbedaan, atau ditolaknya segala ciri/sifat yang dimiliki oleh perorangan, kelompok, asal keturunan, atau bangsa.


Kelenturan kandungan makna ummat seperti yang dikemukakan terdahulu mendukung pandangan ini. Sekaligus membuktikan bahwa dalam banyak hal Al-Quran hanya mengamanatkan nilai-nilai umum dan menyerahkan kepada masyarakat manusia untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai umum itu. Ini merupakan salah satu keistimewaan Al-Quran dan salah satu faktor kesesuaiannya dengan setiap waktu dan tempat. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan pertama itu yakni Al-Quran tidak mengharuskan penyatuan seluruh umat Islam ke dalam satu wadah kenegaraan. Sistem kekhalifahan --yang dikenal sampai masa kekhalifahan Utsmaniyah-- hanya merupakan salah satu bentuk yang dapat dibenarkan, tetapi bukan satu-satunya bentuk baku yang ditetapkan. Oleh sebab itu, jika perkembangan pemikiran manusia atau kebutuhan masyarakat menuntut bentuk lain, hal itu dibenarkan pula oleh Islam, selama nilai-nilai yang diamanatkan maupun unsur-unsur perekatnya tidak bertentangan dengan Islam.


Islam mengakui bahwa
perbedaan adalah suatu hal yang alami bagi manusia, dan setiap umat harus beriteraksi dengan perbedaan sesuai kaidah, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” 
(QS. al-Hujuraat: 13) Allah Swt telah menciptakan manusia berbeda-beda bangsa, budaya dan bahasanya, akan tetapi pada dasarnya mereka adalah “umatan
wahidatan” atau umat yang satu, maksudnya, perbedaan mereka tidak menghapuskan kesatuan kemanusiannya.

Rasulullah Saw bersabda,
“barangsiapa yang menyakiti kaum dzimmi (orang yang berada dalam lindungan kaum mukmin), maka ia telah meyakitiku.” Sementara jika pihak lain berasal dari kaum kafir, maka, hubungan kita dengan mereka harus berdasarkan kaidah “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Dalam setiap kondisi tersebut, sesungguhnya hubungan kaum muslimin dengan pihak lain bisa dirangkum dalam
sebuah hadits Rasulullah Saw “Seorang muslim adalah orang yang membuat manusia lain selamat dari tangan dan lisannya.” 

Dalam konteks kesatuan berbangsa inilah, maka para pendiri Negara ini sejak awal telah merumuskan empat pilar kebangsaan agar Negara ini menjadi Negara yang kuat dan dapat
berdiri dengan tegak dan bisa bersaing dengan Negara lainnya, yakni : Pancasila, UUDNRI, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sabtu, 30 Mei 2015

Rapat dan Pawai Akbar HTI bentuk Protes atas Kemiskinan dan Ketidakadilan

HTI pada hari ini 30 Mei 2015 mengadakan Rapat dan Pawai Akbar (RPA) untuk membahas berbagai permasalahan Umat termasuk menuntut negara agar membantu pengungsi Rohingya.  RPA diadakan di 36 kota diseluruh Indonesia Berawal dari kota Jayapura-Papua sebagai pembuka rangkaian acara Rapat dan Pawai Akbar 1436 H dan berakhir sebagai puncaknya di Gelora Bung Karno-Bundaran HI Jakarta pada tanggal 30 Mei 2015. RPA mempunyai tema “Bersama Umat Tegakkan Khilafah”, dan “Selamatkan Indonesia dari Ancaman Neoliberalisme dan neoimperialisme” diantara 36 kota tersebut adalah : Jayapura, Batam, Bau Bau, Lampung, Bengkulu, Mamuju, Mataram, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pekanbaru, Samarinda, Semarang, Sorong, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Lubuk Linggau, Pangkal Pinang, Jambi, Ketapang, Kupang, Pontianak, Ternate

Di Masa Pemerintahaan sekarang yang dianggap sudah membuat penderitaan semakin parah, HTI memberikan alasan bahwa Sebagian orang berharap, presiden baru, Jokowi yang memiliki popularitas luas di tengah masyarakat, akan bisa menyelesaikan masalah-masalah itu, setidaknya meringankan dampak buruknya terhadap masyarakat. Nyatanya, setelah enam bulan menerima tampuk pemerintahan, berbagai masalah itu bukan teratasi, tetapi semakin meningkat dan meluas. Presiden baru itu membuat kebijakan yang membuat rakyat kian menderita. Tanpa belas kasihan, dia menaikkan harga BBM dan menghapus subsidi BBM. Akibatnya, harga-harga berbagai kebutuhan pokok dan jasa mengalami kenaikan. Harga beras, cabe, daging dan berbagai kebutuhan pokok lain terus merangkak naik. Tak hanya BBM, Pemerintah juga menaikkan harga gas LPG kemasan 12 kg dan 3 kg dan tarif listrik. Di samping itu, kurs dolar AS terhadap rupiah juga terus melonjak hingga menembus Rp 13.000 perdolar. Realita ini mulai menimbulkan kekecewaan terhadap presiden baru.
Akibatnya, hidup rakyat semakin susah dan menderita. Berbagai kejahatan seperti pencopetan, perampokan, pembegalan serta pembunuhan, peredaran narkoba dan perbuatan tindak asusila dengan dalih kebutuhan ekonomi terlihat semakin meningkat. Praktik korupsi dan menilap uang rakyat juga tak kunjung berhenti.
Kemampuan Islam mewujudkan kesejahteraan untuk masyarakat telah diakui oleh para penulis yang jujur dari kalangan non-Muslim. Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, menulis: Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat dalam sejarah setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas hingga berbagai ilmu, sastra, filsafat dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.

Sabtu, 14 Februari 2015

Panji-Panji Hitam yang Dijanjikan

Hadis Nabi tentang panji-panji hitam: 
Sabda Nabi SAW, "Al-Mahdi akan muncul setelah keluarnya Panji-panji Hitam dari sebelah Timur, yang mana pasukan ini tidak pernah kalah dengan pasukan mana pun." (Ibnu Majah)

Sabda Nabi SAW, "Panji-panji Hitam akan keluar dari arah Khurasan, dan sementara itu kawan-kawan al-Mahdi (pula) keluar menuju ke Baitulmaqdis."

Sabda Nabi SAW, "Jika kamu semua melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, maka sambutlah ia walaupun kamu terpaksa merangkak di atas salji. Sesungguhnya di tengah-tengah panji-panji itu ada Khalifah Allah yang mendapat petunjuk." Maksudnya ialah al-Mahdi. (Ibnu Majah, Abu Nuaim & al-Hakim)

Sabda Nabi SAW, "Apabila kamu melihat Panji-panji Hitam telah diterima di sebelah wilayah Khurasan, maka datangilah dia sekalipun terpaksa merangkak di atas salji kerana padanya itu ada Khalifah Allah iaitu al-Mahdi." (Abu Nuaim)

Atsar Sahabat tentang panji-panji hitam: 
Abdullah bin Syuraikh berkata, "Bersama-sama munculnya Al-Mahdi adalah panji-panji Rasulullah SAW, lengkap dengan cap-capnya sekali."

Kata Sayidina Ali KMW, "Apabila Panji-panji Hitam menghala ke arah As-Sufyani, dan para pengikut Syuaib bin Saleh mencari-cari Al-Mahdi, dia akan muncul dari Makkah dan bersama-sama dengannya adalah Panji-panji Rasulullah SAW. Dia akan membahagi dua pasukannya mengerjakan sembahyang, setelah orang ramai meletakkan harapan kepadanya selain berpanjangan bala yang menimpa mereka. Setelah selesai sembahyang, dia mendapatkan mereka dan berkhutbah, "Wahai manusia, ujian-ujian yang berterusan menimpa umat Muhammad SAW, terutamanya kepada Ahlulbait, (antaranya) adalah (kerana) kamu dikuasai dan dipersalahkan."

Apakah pemakai bendera hitam tersebut merupakan pihak yang disebut dalam hadis dan atsar di atas? Sampai hari ini nampaknya belum ada kelompok yang mampu menjalankan isi hadis tersebut secara menyeluruh, bukan hanya panji-panji hitamnya saja. Yang banyak ada malah mencoreng nama Islam di dunia.

Telah bersabda Rasulullah SAW, “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas