Siswa Diniyah Athfal Ponpes Shidiqiin Wara`

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Niat dari Pendiri dan Pengasuh adalah Jihad

Melalui PP Shidiqiin Wara`Pendiri dan Pengasuh PPSW berniat Jihad di Jalan Allah meninggikan Kalimat Allah.

Halangan dan Tantanga Dakwah PP Shidiqiin Wara` 3

Setiap Halangan dan Tantangan dilalui dengan Sabar sehingga PPSW berjalan puluhan tahun.

Kyai Muhammad Syechan Pendiri PP Shidiqiin Wara`

Tenaga.Pikiran dan Harta untuk Dakwah di Lingungan Purwojati Melalui PP Shidiqiin Wara`.

Pager Bangsa-Pengajian Gerakan Kebangsaan 5

Pager Bangsa diadakan pertama kali untuk anggota Pemuda Pakarti Purwojati dalam ikut membangun NKRI.

Tampilkan postingan dengan label Peduli Muslimin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peduli Muslimin. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 September 2016

Negara Arab Akan Ditaklukkan Al-Mahdi

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati.  Negara Arab Akan Ditaklukkan Al-Mahdi
#PPSW Pembela Al-Mahdi 
Arab Saudi merupakan wilayah terbesar dari jazirah (semenanjung) Arabia. Kerajaan ini memiliki bendera yang tertera padanya kalimat Laa ilaha illAllah Muhammadur Rasulullah lengkap dengan pedangnya. Namun semua orang tahu betapa kezaliman banyak berlangsung di kerajaan tersebut. Misalnya berapa banyak TKW Indonesia yang dilaporkan mengalami penganiayaan oleh para majikan Arabnya. Kerajaan ini mensyaratkan jamaah haji seluruh dunia untuk divaksinasi Meningitis terlebih dahulu, padahal ia mengandung zat dari hewan babi yang najis.  Arab Saudi membungkam para ulamanya yang menghidupkan kesadaran dan semangat berjihad fi sabilillah. Bahkan mencekal para ulamanya yang menunjukkan permusuhan kepada Amerika dan Israel.  Belum lagi para raja dan pengerannya mempertontonkan hedonisme gaya hidup mewah cinta dunia yang sungguh mencerminkan ketidakpedulian dan empati terhadap sebagian besar ummat Islam di berbagai negeri lainnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan.
Dalam salah satu konsultasi di situs eramuslim berjudul ”Arab dan Kiamat” dijelaskan fakta sebagai berikut:
”Kita juga harus ingat, Kerajaan Saudi Arabia itu berdiri, berontak dan lepas dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, atas dukungan jaringan Zonis Internasional. Salah seorang perwira Yahudi Inggris, Letnan Terrence Edward Lawrence, disusupkan dan mengendalikan pasukan Saudi ini. Setelah menjadi kerajaan, 75.000 pasukan Saudi Arabia—Saudi Arabian National Guard (SANG)—dibentuk dan mendapat pelatihan dari Vinnel Corporation, salah satu Privat Military Agency (PMA) AS dengan nilai kontrak yang sangat besar. Tentu saja, CIA dan MOSSAD berada di belakang PMA ini.
Di Mekkah pula, para penguasa Saudi mempersilakan perusahaan-perusahaan donatur Zionis seperti Starbucks dan McD buka gerai dan banyak menarik pelanggan. Bahkan Al-Walid, salah seorang kerabat istana Saudi, menguasai banyak perusahaan yang banyak di antaranya menjadi donatur Zionis Israel. Namun ketika Muslim Gaza dibantai Israel, Pembantaian Ikhwan di Mesir, Saudi dan juga negara teluk lainnya  bersikap adem-ayem, bahkan merestui pembantaian ini karena mereka lebih bersahabat dengan AS dan Israel.”   (sumber: http://www.eramuslim.com/suara-langit/kehidupan-sejati/pasukan-imam-mahdi-memerangi-jazirah-arab.htm#.V-XiGIh97IU  diakses 24 September 2016)
Sebuah aliran yang dituduh didesain oleh musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dari dalam dengan membuat aliran baru yang menyimpang, sebagaimana isu-isu konspirasi gerakan Wahabi dan berdirinya Negara Saudi oleh agen-agen penjajah asing seperti Mr. Hempher dan Lawrence of Arabiya.
“Akan ada di akhir zaman suatu kaum yang usianya muda, dan pemahamannya dangkal, mereka mengucapkan perkataan manusia yang paling baik (Rasulullah), mereka lepas dari Islam sebagaimana lepasnya anak panah dari busurnya, iman mereka tidak sampai ke tenggorokan.” (HR Bukhari)
“Akan keluar suatu kaum dari umatku, mereka membaca Alquran, bacaan kamu dibandingkan dengan bacaan mereka tidak ada apa-apanya, demikian pula shalat dan puasa kamu dibandingkan dengan shalat dan puasa mereka tidak ada apa-apanya. Mereka membaca Alquran dan mengiranya sebagai pembela mereka, padahal ia adalah hujjah yang menghancurkan alasan mereka. Shalat mereka tidak sampai ke tenggorokan, mereka lepas dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari buruannya.” (HR Abu Dawud)
“Ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam membagi-bagikan harta (dari Yaman), Dzul Khuwaishirah seorang laki-laki dari bani Tamim berkata, “Wahai Rasulullah berbuat adillah! Beliau bersabda, “Celaka kamu, siapa yang dapat berbuat adil jika aku tidak berbuat adil.” Umar berkata, “Izinkan saya menebas lehernya.” Beliau bersabda, “Jangan, sesungguhnya dia akan mempunyai teman-teman yang shalat dan puasa kalian, sepele dibandingan dengan shalat dan puasa mereka, mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panak dari buruannya.” (HR Bukhari) (sumber: http://www.suara-islam.com/read/index/8969/Arab-akan-Murtad-dan-Kaum-Lain-Menggantikannya  diakses 24-09-2106)
Tentang berbagai riwayat mengenai munculnya pasukan dari timur yang akan menyertai Khalifah Al Mahdi hingga ke Al Aqsha, Panji-Panji Hitam dari Khurasan serta pasukan Bani Ishak, memunculkan berbagai klaim tentang Thaifah Manshurah. Selain Syi’ah Iran, Taliban di Afghanistan atau Hizbut Tahrir di asia Tengah bisa memunculkan klaim serupa.
Bagi para pencari kebenaran tentunya pembahasan tentang Firqotun Najiyah atau thoifah Manshurah tidak hanya berhenti pada Arab, Yaman dan Khurasan saja. Kebaikan dan keburukan bisa terdapat pada seluruh penjuru bumi ini. Disamping ada yang disebutkan secara khusus dalam suatu riwayat, seperti  keberadaan Thaifah Manshuroh dan Kekhalifahan di negeri Syam atau Baitul Maqdis. Selain diinterpretasikan dengan kaum yang bertempat tinggal di sana, apakah juga bisa diinterpretasikan dengan kalangan yang concern terhadap permasalahan Baitul maqdis Meski tidak tinggal di sana.
Penaklukan baitul maqdis itu terjadi setelah Dajjal muncul sebagai presiden negara Israel, dan setelah terlebih dahulu ditaklukkan Jazirah Arab, Persia dan Rum (Rusia). Baru setelah itu Baitul Maqdis ditaklukkan setelah terbunuhnya Dajjal. sebagaimana hadist,
“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim).
Penaklukan baitul Maqdis sebelum hari kiamat itu dilakukan oleh Nabi Isa as  dibantu oleh 70.000 pasukan bani Ishaq setelah mereka menaklukkan Konstantinopel tanpa peperangan, kemudian mereka menggantungkan pedang-pedang mereka di batang pohon Zaitun tiba-tiba setan berteriak: sesungguhnya Dajjal telah menggantikan kalian di antara keluarga kalian. pada itu adalah sebuah berita bohong, kemudian pasukan Bani Ishaq kembali ke Suriah tepatnya di Damaskus sebagai pusat pemerintahan  Islam pada masa itu maka keluarlah Dajjal, Disaat datang berita bahwa Dajjal telah keluar sebagai pemimpin kaum Yahudi pada saat itu di Palestin. Maka pasukan bani Ishaq bergegas mengatur barisan untuk memerangi dajal, tiba-tiba Isa as turun dan bergabung dengan pasukan kaum muslimin,
"Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga kaum Rom turun di kota Amaq (lembah Antioch, Selatan Turki) dan di Dabiq (dekat Aleppo, Syria). Kemudian datanglah suatu pasukan yang menghadang mereka dari Madinah, yang berasal dari penduduk pilihan bumi. Dan ketika mereka sudah berbaris-baris, maka berkatalah orang Rom, Biarkanlah (jangan kalian halangi) antara kami dengan orang-orang yang memisahkan diri dari kami (yang masuk Islam) untuk kami perangi. Maka kaum Muslimin berkata, Demi Allah, kami tidak akan membiarkan kamu memerangi saudara-saudara kami.". Mereka kemudian akan berperang dan satu pertiga pasukan melarikan diri,  Allah Subhanahu Wa Ta'ala tidak akan mengampuninya. Satu pertiga dari mereka akan menerima syahid yang terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan satu pertiga lagi menerima kemenangan dan menakluk Constantinopel. Dan ketika mereka  membagikan harta rampasan perang dan kemudian menggantung pedang mereka pada pohon-pohon zaitun, tiba-tiba setan berteriak: sesunguhnya Dajjal telah menggantikan kalian di antara keluarga kalian. Lalu mereka keluar padahal itu adalah bathil. Dan ketika mereka kembali ke Syam, keluarlah Dajjal dan ketika mereka sedang bersiap-siap untuk berperang dengan mengatur barisan tiba-tiba di iqamati shalat, lalu turn Isa putra Maryam. (Hadis Riwayat Muslim)
Kemudian nabi Isa as membunuh Dajjal, dan membunuh semua kaum kaum Yahudi  yang berada di Palestin sebagai warga negara Israel dan Baitul Maqdis di taklukan,  sebagaimana hadist,
 “Ketika Allah mengutus Al-Masih bin Maryam, maka dia turun di dekat menara putih di wilayah sebelah timur Damaskus dengan mengenakan dua kain yang dicelup za'faran (warna kuning), dia meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap-sayap dua malaikat. Ketika dia  menundukkan kepalanya, maka kepalanya menetaskan air. Ketika dia mengangkat kepalanya tercucurlah air bagaikan mutiara yang jernih. Tidak halal bagi seorang kafirpun yang mencium aromanya kecuali si kafir itu pasti mati. Dan aroma nafasnya  dapat tercium sejauh pandangan matanya. ‘Isa bin Maryam mengejar Ad-Dajjal hingga ia berhasil menangkapnya  di pintu Ludd, lalu Isa as, membunuhnya. Selanjutnya Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dilindungi Allah dari Ad-Dajjal. Kemudian  Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan kepada mereka tingkatan-tingkatan mereka di surga.” (HR Muslim)
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim disebutkan adanya empat konfrontasi yang akan dipimpin oleh Imam Mahdi. Keempat perang tersebut akan diawali dengan pembebasan jazirah Arab dari dominasi para Mulkan Jabbriyyan (raja-raja yang memaksakan kehendak seraya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya). Hadits tersebut sebagai berikut:
“Kalian akan perangi jazirah Arab sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian (kalian perangi) Persia sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Ruum sehingga Allah menangkan kalian atasnya. Kemudian kalian perangi Dajjal sehingga Allah menangkan kalian atasnya.” (HR Muslim 5161)
Sebagaimana kita telah bahas sebelumnya Ummat Islam dewasa ini sedang menjalani babak keempat dari lima babak perjalanan sejarahnya di Akhir Zaman. Tiga babak sebelumnya telah dilalui: (1) Babak An-Nubuwwah (Kenabian), lalu (2) Babak Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Sistem / Metode Kenabian), kemudian (3) Babak Mulkan ’Aadhdhon (Raja-raja yang menggigit).

“Kalian akan mengalami babak Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak Raja-raja yang menggigit,selama masa yang Allah kehendaki, kemudian babak para penguasa yang memaksakan kehendak selama masa yang Allah kehendaki, kemudian kalian akan mengalami babak kekhalifahan mengikuti manhaj Kenabian, kemudian Nabi diam.” (HR Ahmad)

Rabu, 16 Maret 2016

Peduli Terhadap Sesama Muslim

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati. Peduli Terhadap Sesama Muslim

Banyak nash, baik dalam Alquran maupun al-Hadits, yang menegaskan bahwa sesama Muslim itu bersaudara. Allah SWT, misalnya, berfirman (yang artinya): Sesungguhnya kaum Mukmin itu bersaudara(TQS al-Hujurat [49]: 10). Baginda Rasulullah SAW pun antara lain bersabda, “Muslim itu saudara bagi Muslim lainnya.” (HR al-Hakim).
Persaudaraan sesama Muslim tentu tidak akan bermakna apa-apa jika masing-masing tidak memperhatikan hak dan kewajiban saudaranya, tidak saling peduli, tidak saling menutupi aibnya, tidak saling  menolong, dst. Baginda Rasulullah SAW memerintahkan hal demikian, sebagaimana sabdanya,“Siapa saja yang meringankan  beban seorang Mukmin di dunia, Allah pasti akan meringankan bebannya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang memberikan kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah pasti akan memberi dia kemudahan di dunia dan akhirat. Siapa saja yang menutupi aib seorang Muslim di dunia, Allah pasti akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah SWT selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan at-Tirmidizi).
Itulah penghargaan Allah SWT yang luar bisa kepada hamba-Nya yang peduli kepada sesamanya. Sebaliknya, Allah SWT menegur seorang Muslim yang tidak memedulikan sesamanya. Dalam hal ini, Abu Hurairah ra menuturkan bahwa Baginda Rasululullah SAW pernah bersabda: Sesungguhnya Allah SWT berkata pada Hari Kiamat nanti, “Wahai manusia, Aku pernah sakit. Mengapa engkau tidak menjenguk Aku.” Manusia menjawab, “Tuhanku, bagaimana aku menjenguk Engkau, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT berkata, “Bukankah engkau dulu tahu hamba-Ku si fulan pernah sakit di dunia, tetapi engkau tidak menjenguknya? Bukankah engkau pun tahu, andai engkau menjenguk dia, engkau akan mendapati diri-Ku di sisinya? Wahai manusia, Aku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi Aku makan.” Manusia menjawab, “Tuhanku, bagaimana Aku memberi Engkau makan, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?” Wahai manusia, Aku pernah meminta minum kepada engkau, tetapi engkau tidak memberi Aku minum?” Manusia berkata, “Tuhanku, bagaimana aku memberi Engkau minum, sementara engkau adalah Tuhan alam semesta?” Allah SWT menjawab, “Bukankah engkau tahu, hamba-Ku pernah meminta makan kepada engkau di dunia, tetapi engkau tidak memberi dia makan? Bukankah andai engkau memberi dia makan, engkau mendapati diri-Ku ada di situ?” (HR Muslim).
Berkaitan dengan kepedulian kepada sesama Muslim, Baginda Rasulullah SAW juga pernah bersabda, sebagaimana penuturan Bara’ bin ‘Azib, “Baginda Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kami tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara pula. Beliau memerintahkan kami untuk: menjenguk orang sakit; mengiringi jenazah (ke kuburan); mendoakan orang yang bersin; membenarkan sumpah; menolong orang yang terzalimi; memenuhi undangan; dan menebarkan salam…” (HR al-Baihaqi).
Ditegaskan pula oleh Rasulullah SAW dalam hadits lain yang berbunyi, “Hak Muslim atas Muslim yang lain ada lima: menjawab salam; mengunjungi orang sakit; mengiringi jenazah; memenuhi undangan; mendoakan orang yang bersin.” (HR Ahmad).
Mengunjungi saudara sesama Muslim, termasuk menjenguknya saat sakit, merupakan salah satu amal terpuji. Dalam hal ini, Tsauban menuturkan bahwa Baginda  Rasulullah SAW pernah bersabda,“Sesungguhnya seorang Muslim itu, jika mengunjungi saudaranya, berarti selama itu ia berada di taman surga.” (HR Muslim).
Adapun Ali ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah  pernah bersabda, “Tidaklah seorang Muslim mengunjungi Muslim yang lain pada pagi hari, kecuali seribu malaikat mendoakan dirinya hingga sore hari. Jika ia mengunjungi Muslim yang lain pada siang hari, seribu malaikat akan mendoakannya hingga pagi hari.”(HR at-Tirmidzi).
Adapun tentang mendoakan orang yang bersin, sebagian menghukumi sunnah, dan sebagian lagi bahkan menghukumi wajib; tidak ada yang menghukumi mubah. Sebab, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bersin. Karena itu, jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah memuji Allah. Sesungguhnya hak Muslim atas Muslim lainnya, jika ia mendengarnya bersin, hendaklah menjawab (mendoakan)-nya.” (HR al-Bukhari).
Sementara itu, terkait menerbarkan salam, Baginda Rasulullah SAW dalam hadits lain tegas memerintahkan, “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Muslim).
Di antara faedah menebarkan salam adalah: asma Allah menjadi tersebar; bisa menumbuhkan rasa cinta kepada sesama Muslim; menunjukkan pelakunya rendah hati dan tidak sombong; membuktikan pelakunya memiliki kesucian hati; mewujudkan rasa kasih sayang sesama Muslim (Iqazh al-Afham fi Syarh Umadh al-Ahkam, IV/51).
Semoga kita termasuk orang yang selalu memedulikan saudara sesama Muslim.
Wama tawfiqi illa billah. [] abi
Sumber: http://hizbut-tahrir.or.id/2011/06/05/peduli-terhadap-sesama-muslim/

Selasa, 15 Maret 2016

Manhaj Sunnah yang Keliru

PP. SHidiqiin Wara` Purwojati. Manhaj Sunnah yang Keliru


Indonesia yang Getol bela bukan Arab Saudi
Sekarang banyak umat yang mengikuti manhaj sunnah, yaitu manhaj yang sesuai dengan ucapan, perilaku nabi Muhammad. Manhaj sunnah ini sering mengkafirkan orang (kelompok) lain bagi yang tidak sejalan.

Manhaj sunnah harusnya sesuai benar dengan syariah dan akhlaq Nabi Muhammad SAW. Dalam alquran jelas salah satunya adalah cinta terhadap kaum Muslimin bersikap keras terhadap kaum kufar. bukan menjadikannya teman dan meninggalkan orang Islam. Ber-Manhaj Sunnah Harus Peduli Terhadap Sesama Muslim

Negara arab menjadi pangkalan AS dari dahulu, sudah jutaan orang Islam dibantai melalui pangkalan di Arab tersebut baik itu Afganistan, Irak, Suriah dan lainnya. Apakah pemahaman manhaj tersebut yang membiarkan bahkan membantu pembantaian umat Islam itu adalah bermanhaj sunnah?
RI Rajin membelanya, Arab senang berteman AS
Coba renungkan secara mendalam dan memohon kepada Allah apakah itu suatu ajaran Islam sesuai sunnah atau tidak? kalau ya maka kuatkanlah keyakinanmu itu tapi kalau tidak sesuai sunnah kami pertanyakan keimanan manhaj sunnah tersebut. Mereke mengaku manhaj sunnah tapi jauh dari nilai-nilai ajaran nabi Muhammad. Berpegang Manhaj Sunnah Tapi tidak Totalitas, itulah mereka


Allah dan rasulnya banyak mencela orang-orang yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Bahkan dicap sebagai Kafir, orang-orang yang tidak peduli terhadap sesamanya. Dalam hadits dibawah ini
Korban Palestina-Manhaj Sunnah dan Imam di Arab-mu Memiarkan ini terjadi 


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda,
ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai aku mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan bagin tetangga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Korban Suriah yang dibombardir AS dan Sekutunya, Apa Aqidahmu?

Renungkanlah hadits ini. Renungkanlah betapa besar hak tetangga.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda
وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman!” Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. al-Bukhari).
Dalam riwayat Imam Muslim:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim).
Nabi ﷺ juga bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim no. 47)
Hadits-hadits ini –dan masih banyak hadits lainnya- menjelaskan tentang hak seorang tetangga. Mengapa demikian? Karena Allah hendak menjadikan hubungan bertetangga adalah hubungan yang bermanfaat antara satu dengan yang lainnya. Allah ﷻ agar kehidupan bertetangga bukanlah kehidupan saling mengganggu dan menyakiti. Oleh karena itu, banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedudukan tetangga.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)
JUGA LIHAT HADITS
Teks dan Terjemah Hadits

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ. (أخرجه مسلم)

 “Dari Abu Hurairoh berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa member kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan member kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah saw. menyatakan:

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. (أخرجه البخارى)

Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. (HR. Bukhari)

Dalil-Dalil Pelarangan Mengambil Wali Selain Orang Islam

Surat Ali Imran/3:28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab) diluar orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian maka tiada baginya sesuatu (pertolongan) dari Allah, kecuali kamu menjaga diri dari mereka sesuatu yang ditakuti.

Berkait dengan turunnya ayat di atas IbnuAbbas meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw keluar pada perang Ahzab, Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa ia mempunyai 500 orang teman Yahudi dan mengusulkan kepada Nabi untuk mengajak mereka menghadapi musuh bersama supaya dapat mengalahkan mereka, lalu Allah menurunkan ayat tersebut.

Surat Al Maidah/5:51
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani sebagai wali (kawan setia), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang dlalim

Berkait dengan ayat diatas, Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa ada 2 orang yang telah mengadakan perjanjian setia dengan Bani Qainuqa’ yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul dan Ubadah bin shamit. Pada saat Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah saw, Abdullah bin Ubay tetap memegang teguh perjanjiannya dengan Bani Qainuqa’ sedangkan Ubadah bin shamit melepaskan perjanjian itu dan menyatakan kesetiaannya kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat tersebut.

Hadits Riwayat Muslim
Ada seorang laki-laki yang terkenal pemberani dan suka menolong menemui Rasulullah saw dan berkata,’Saya datang untuk ikut Anda dan memperoleh harta (rampasan bersama) Anda’. Rasulullah saw berkata,’Apakah kamu mempercayai Allah dan RasulNya? Dia menjawab,’Tidak’. Rasulullah saw menjawab,’Kembalilah, saya tidak akan meminta pertolongan kepada orang musyrik’. Peristiwa ini terjadi sampai tiga kali, Rasulullah tetap memberikan jawaban yang sama dan terkhir orang itu menyatakan keberimanannya kepada Allah dan RasulNya barulah Beliau mengijinkan untuk mengikuti perang bersamanya.

Kesimpulannya adalah
  1. Orang Beragama bukan hanya rajin sholat dan tepat waktu sholatnya (kalau tidak peduli tetangga sholat tersebut tidak dianggap oleh Allah)
  2. Muslim tidak hanya berjenggot, tidak berisbal, bercadar dll tapi harus peduli kepada muslim lainnya. Indonesia negara dicap kafir tetapi paling getol dalam pembelaan Kemerdekaan Palestina, Arab saudi dirujuk dan diakui sebagai pusat manhaj salaf tetapi tidak pernah serius membela Palestina bahkan menjadi pangkalan AS untuk membantai Islam. Uang-uang konglomerat dari arab disimpan dalam bank-bank AS bunganya tidak diambil tetapi bunga itu dipakai untuk membuat senjata yang dipakai membantai negara-negara Islam.
  3. Hanya orang-orang yang bodoh mengaku Islam paling baik (paling sesuai Nabi Muhammad / Sunnah ) tetapi sesama saudaranya selalu mengkafirkan. Catatan dalam perkembangan awal paham manhaj salaf membantai orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Indonesia tidak ada pernah kasus pembantaian manhaj salaf oleh orang-rang yang berpaham berkembang dahulu di Nusantara. 
  4. Maka kita harus perbaiki pengertian manhaj terlebih dahulu. Baru kita melakukan tindakan sesuai manhaj tersebut.

Ya Allah, Orang-orang yang mengaku bermanhaj sunnah tetapi tidak sesuai dengan alquran meninggalkan kaum Muslimiin dan berteman dengan orang-orang kafir beserta pengikut-pengikutnya, negaranya, imam-imam mereka itu benar maka kuatkanlah keimanan mereka Tetapi senaliknya ya Allah kalau msereka itu salah maka berilah mereka petunjuk yang benar tentang aqidah mereka.

Ya Allah, mereka mengaku golongan mereka adalah yang paling benar dan lainnya adalah sesat, kalau kenyataan ini benar sesuai dengan alquran maka kuatkanlah mereka diatas dunia ini bahkan diakhiratnya nanti. Tetapi bila mereka itu merupakan pemahaman salah maka berilah mereka petunjuk atas kesalahan-kesalahan akidah dan keyakinan mereka.

Ya Allah kalau mereka yang simpati atau membiarkan negara pusat Islam dijadikan pangkalan orang kafir untuk menghancurkan itu benar maka kuatkanlah negara dan golongan keagamaan mereka, imam-imam mereka dan pengikut-pengikutnya untuk tetap berdakwah. Tetapi kalau mereka (Negara, golongan dan pengikutnya) ang salah maka hancurkan gerakannya karena akan merusak keiaman banyak orang. Ya allah kalau memang kami yang menuntut keadilan dan janjimu dalam alquran malah yang salah maka kami bersedia untuk dihukum sesuai ketentuan-Mu,

Ya Allah dengan berwasilah amal kami khususnya bacaan-bacaan alquran khusunya alfatihah, alkahfi dan lainnya maka saya mohon kabulkanlah hajat kami ya allah, Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan mengabulkan doa serta maha kuasa atas segala sesuatu dan menepati janji-Nya.





Kamis, 09 Oktober 2014

Pengurus Pesantren Shidiqiin Wara`

Pengurus Pondok Pesantren Wirausaha Shidiqiin Wara`:
Dewan Pengasuh :
Ketua Dewan : KH. Suharto, AMa.Pd
Wakil Ketua  :  Ust. Raras Wuri Miswandaru, SPdI, MPdI.
Anggota        :  KH. Drs A Khaerul Zubair, MM

Sekretaris      :  Basirun Abbas
Bendahara     :
 Pengurus Yayasan / Pengurus Harian :
Ketua           :
Wakil Ketua ;
Sekretaris
Sekretaris II :
Bendahara   :
Bendahara II :


DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas