Siswa Diniyah Athfal Ponpes Shidiqiin Wara`

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Niat dari Pendiri dan Pengasuh adalah Jihad

Melalui PP Shidiqiin Wara`Pendiri dan Pengasuh PPSW berniat Jihad di Jalan Allah meninggikan Kalimat Allah.

Halangan dan Tantanga Dakwah PP Shidiqiin Wara` 3

Setiap Halangan dan Tantangan dilalui dengan Sabar sehingga PPSW berjalan puluhan tahun.

Kyai Muhammad Syechan Pendiri PP Shidiqiin Wara`

Tenaga.Pikiran dan Harta untuk Dakwah di Lingungan Purwojati Melalui PP Shidiqiin Wara`.

Pager Bangsa-Pengajian Gerakan Kebangsaan 5

Pager Bangsa diadakan pertama kali untuk anggota Pemuda Pakarti Purwojati dalam ikut membangun NKRI.

Tampilkan postingan dengan label Pager-Bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pager-Bangsa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2016

Perubahan Logo PPSW Purwojati dan Yayasan YGNI

PP. Shidiqiin Wara` Purwojati. Perubahan Logo PPSW Purwojati dan Yayasan YGNI

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan dan pandangan masyarakat terhadap mutu atau kualitas PPSW Purwojati dan Yayasan Guru Ngaji Indonesia mengubah logo. Logo ini lebih baik dari sebelumnya.

Semoga dengan perubahan ini, Bismillah Kami niat untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dan simbol perjuangan dakwah lillah ta`aala.

Logo Baru Yayasan Guru Ngaji Indonesia-Gurungaji_YGNI-PPSW-Media_Cerdik-Pemuda_Pakarti_Purwojati
Logo Baru Yayasan YGNI Banyumas
Arti Lambang YGNI
  1. Segi lima merupakan dari rukun Islam
  2. Masjid merupakan lambang agar pengurus selalu hatinya terpaut dengan masjid sebagai pusat kegiatan dakwah dan pembelajaran
  3. Kitab/Buku berarti setiap warga YGNI selalu berlandasan kitabullah dan kitab-kitab yang sahih
  4. Matahari merupakan arti dari Caha ilmu
  5. Segi Delapan dari Ujung SInar Matahari artinya
  6. Pita artinya 



Kamis, 25 Februari 2016

Tantangan Dakwah PP Shidiqiin Wara` Beberapa Generasi

PP. Shidiqiin Wara` Tantangan Dakwah PP Shidiqiin Wara` Beberapa Generasi
Pendiri NU-KH. Hasyim Asy`ari dalam PPSWA YGNI Purwojati Banyumas
Keberadaan Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati selalu mengalami pasang surut. Ponpes telah melakukan kegiatan dakwah sejak tahun 1930-an (periode pertama) yang dikelola oleh Kyai Hasan Marta (Sanmarta).

Setelah itu ponpes diteruskan oleh menantunya yaitu Kyai Muhammad Syechan sampai tahun 1980-an (Periode kedua) lalu dibagi menjadi dua kelompok. yaitu kelompok muda dan anak dikelola oleh KH. Suharto dan untuk golongan tua dan kajian tasawuf dikelola oleh Kyai Muhammad Syechan sendiri.
Hal berjalan selama kurang lebih 10 tahun. Lalu diserahkan semua pengelolaan dakwah di pesantren. Sehingga mulai awal tahun 1990 dikelola oleh KH.Suharto, AMd. (Periode ketiga)

Pesantren pada awal berdiri bernama pesantren Amart hal ini disesuaikan dengan nama pendirinya,lalu diubah sejab berganti kepengelolaan oleh Kyai Muhammad Syechan menjadi Anaqsabandi Shidiqiin. Setelah itu diubah menjdai Wakafiyah Al-Hidayah dan diganti lagi sejak tahun 2005 oleh Raras Wuri, SPdI, MPdI. (Periode keempat) menjadi nama PP> Shidiqiin Wara`.

Penamaan Shidiqiin itu mengambil makna agar santri-santri menjadi orang benar dan pembela kebenaran dan keadilan serta berhati-hati dalam berbicara, berbuat dan bergaul. Metode dakwah pesantren dengan dilakukan melalui apa saja, siapa saja dan bagaimana saja caranya asal tujuan pengembngan dakwah sambil adanya evaluasi dalam strategi dan metode dakwah tersebut.

Melalui pengelolaan Raras Wuri, Pesantren membuat dan melakukan berbagai kegiatan dan bentuk organisasi untukmempermudah dakwah dan metode dakwah agar masyarakat tidak jenuh termasuk penguasaan di dunia maya (internet).Sebagaimana diketahui bahwa dakwah PPSWA melalui dunia maya sangat dikenal masyarakat dimaksudkan untuk memberikan langsung pendidikan kepada msyarakat, juga sebagai sarana untuk klarifikasi kepada msyarakat yang selama ini terkena fitnah dan propaganda buruk disamping itu untuk membangkitkan kepedulian masyarakat akan pentingnya keberadaan pesantren sebagai benteng moral dan tindak anarkisme, separatisme dan terorisme.

Berbagaia organisasi yang dikelola maupun dibidani oleh pesantren juga oleh Yayasan Guru Ngaji Indonesia antara lain FKGNI, Pemuda Pakarti, Majelis Pager Bangsa, Klinik aternatif Karomah Maunah, Berbagai Madin dan TPQ serta Majelis Taklim khusunya bernama Shidiqiin Wara`, Kelompok tani, PKBM, TBM Media Cerdik, Kelompok Band, seni dan olah raga serta lain-lainnya (KBO SPORT, Tempur, . Semua kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pesantren yang berdiri puluhan tahun mengabdi kepada bangsa dan negara NKRI berdasarkan moral pancasila dan UUD45

Dari periode pertama sampai keempat ini pesantren memiliki berbagai kekuatan, kelemahan kesempatan, dan tantangan/rintangan. dari keempat hal tersebut faktor yang terbesar adalah tantangan. Tantangan yang dimaksud disini adalah keberadaan pesatren selalu dimusuhi oleh orang-orang yang tidak senang dakwah dari pesantren tersebut. Sampai saat ini juga demikian, dengan memakai organisasi kelompok-kelompok tersebut memberikan propaganda bahkan sampai fitnah untuk tidak belajar di pesantren Shidiqiin Wara`.

Namun demikian kami pengurus akan tetap berikhtiyar dan berusaha untuk selalu istiqomah dalam berdakwah memakai manhaj tersendiri yang sudah dilaksankan dari jaman sebelum kemerdekaan Indonesia. Sehingga kami sudah banyak berjuang untuk pembangunan dan pendidikan khususnya diwilayah kami.

Rabu, 24 Februari 2016

Pagerbangsa YGNI: Dalil Kebangsaan-Bernegara #PPSWA

Ponpes Shidiqiin Wara`Purwojati. Pagerbangsa YGNI: Dalil Kebangsaan-Bernegara #PPSWA
Raras WM, SPdI,MPdI-Pemuda Pakarti YGNI Purwojati
Raras WM, SPdI,MPdI-Pemuda Pakarti YGNI Purwojati
PENGHINA PANCASILA HRS DITINDAK  (gotik dkk)

Plato [427-347 SM.], filsuf Yunani Kuno memandang model kehidupan negara-kota lah yang paling ideal. Negara ideal tidak boleh terlalu gemuk, cukup seluas kota agar mudah melakukan perencanaan, pengaturan, dan pendisiplinan.[1] Al-Farabi [w. 874 M.], sebagai wakil filsuf dari dunia Islam menawarkan konsep Madinah Fadhilah [Kota Utama] di mana seluruh kehidupannya didasarkan pada rasionalisasi [al-‘aql] yang menyatukan seluruh elemen masyarakatnya. Tanpa mempertimbangkan besaran wilayah suatu negara. al-Mawardi [w. 1058 M.], ahli hukum tata negara klasik menyatakan sebuah negara harus disatukan oleh suatu ideologi yang berwibawa dan diterima-patuhi oleh seluruh elemen yang hidup di dalamnya. Ideologi itu bernama agama [al-din al-mutha’].

Awalnya, konsep kebangsaan menuntut kesatuan asal; ras, bahasa, budaya, filosofi berfikir dan bahkan mungkin keyakinan. Negeri asal konsep ini muncul memang demikian adanya. Setiap suku bangsa memiliki lembaga politiknya sendiri. Sehingga timbul negeri-negeri kecil yang terpisah-pisah, independen, antara satu dan lainnya. Hal ini tentu saja berbeda dengan konteks Indonesia. Ribuan suku yang memiliki tradisi, adat-istiadat, filosofi dan keyakinan yang berbeda dipaksa-persatukan dalam sebuah negara kesatuan bernama NKRI. Hal ini tidak dapat disebut anomali dari konsep kebangsaan. Karena, konsep kebangsaan yang diambil adalah model Ernest Renan, seorang filsuf kawakan Prancis. Suatu kehidupan yang dibangun di atas dasar keinginan untuk hidup bersama dalam satu wadah negara. Yang boleh jadi diisi oleh kelompok masyarakat yang berbeda secara etnis, bahasa, dan keyakinan. Di sinilah problem keragaman kebudayaan itu timbul. Seseorang atau suatu masyarakat dituntut membiasakan diri menggunakan lebih dari satu kebudayaan. Demikianlah buku Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan arti kebahasaan terhadap konsep multikulturalisme. Di sisi lain, dalam Al-Quran ternyata ditemukan sembilan kali kata ummat yang digandengkan dengan kata wahidah, sebagai sifat umat. Tidak sekali pun Al-Quran menggunakan istilah Wahdat Al-Ummah atau Tauhid Al-Ummah (Kesatuan/ penyatuan umat). Karena itu, sungguh tepat analisis Mahmud Hamdi Zaqzuq, mantan Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Azhar Mesir, yang disampaikan pada pertemuan Cendekiawan Muslim di Aljazair 1409 H/ 1988 M, bahwa Al-Quran menekankan sifat umat yang satu, dan bukan pada penyatuan umat, ini juga berarti bahwa yang pokok adalah persatuan, bukan penyatuan. Perlu pula digarisbawahi, bahwa makna umat dalam konteks tersebut adalah pemeluk agama Islam. Sehingga ayat tersebut pada hakikatnya menyatakan bahwa agama umat Islam adalah agama yang satu dalam prinsip-prinsip (ushul)-nya, tiada perbedaan dalam akidahnya, walaupun dapat berbeda-beda dalam rincian (furu') ajarannya. Artinya, kitab suci ini mengakui kebhinekaan dalam ketunggalan. Ini juga sejalan dengan kehendak Ilahi, antara lain yang dinyatakan-Nya dalam Al-Quran surat Al-Ma-idah (5): 48: Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja). Tetapi itu tidak dikehendaki-Nya.


Sebagaimana terpahami dari perandaian kata lauw, yang oleh para ulama dinamai harf imtina' limtina', atau dengan kata lain, mengandung arti kemustahilan. Kalau demikian, tidak dapat dibuktikan bahwa Al-Quran menuntut penyatuan umat Islam seluruh dunia pada satu wadah persatuan saja, dan menolak paham kebangsaan. Jamaluddin Al-Afghani, yang dikenal sebagai penyeru persatuan Islam (Liga Islam atau Pan-Islamisme), menegaskan bahwa idenya itu bukan menuntut agar umat Islam berada di bawah satu kekuasaan, tetapi hendaknya mereka mengarah kepada satu tujuan, serta saling membantu untuk menjaga keberadaan masing-masing. Janganlah kamu menjadi seperti mereka yang berkelompok-kelompok dan berselisih, setelah datang penjelasan kepada mereka ... (QS Ali 'Imran [3]: 105). Kalimat "dan berselisih" digandengkan dengan "berkelompok" untuk mengisyaratkan bahwa yang terlarang adalah pengelompokan yang mengakibatkan perselisihan. Kesatuan umat Islam tidak berarti dileburnya segala perbedaan, atau ditolaknya segala ciri/sifat yang dimiliki oleh perorangan, kelompok, asal keturunan, atau bangsa.


Kelenturan kandungan makna ummat seperti yang dikemukakan terdahulu mendukung pandangan ini. Sekaligus membuktikan bahwa dalam banyak hal Al-Quran hanya mengamanatkan nilai-nilai umum dan menyerahkan kepada masyarakat manusia untuk menyesuaikan diri dengan nilai-nilai umum itu. Ini merupakan salah satu keistimewaan Al-Quran dan salah satu faktor kesesuaiannya dengan setiap waktu dan tempat. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan pertama itu yakni Al-Quran tidak mengharuskan penyatuan seluruh umat Islam ke dalam satu wadah kenegaraan. Sistem kekhalifahan --yang dikenal sampai masa kekhalifahan Utsmaniyah-- hanya merupakan salah satu bentuk yang dapat dibenarkan, tetapi bukan satu-satunya bentuk baku yang ditetapkan. Oleh sebab itu, jika perkembangan pemikiran manusia atau kebutuhan masyarakat menuntut bentuk lain, hal itu dibenarkan pula oleh Islam, selama nilai-nilai yang diamanatkan maupun unsur-unsur perekatnya tidak bertentangan dengan Islam.


Islam mengakui bahwa
perbedaan adalah suatu hal yang alami bagi manusia, dan setiap umat harus beriteraksi dengan perbedaan sesuai kaidah, “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.” 
(QS. al-Hujuraat: 13) Allah Swt telah menciptakan manusia berbeda-beda bangsa, budaya dan bahasanya, akan tetapi pada dasarnya mereka adalah “umatan
wahidatan” atau umat yang satu, maksudnya, perbedaan mereka tidak menghapuskan kesatuan kemanusiannya.

Rasulullah Saw bersabda,
“barangsiapa yang menyakiti kaum dzimmi (orang yang berada dalam lindungan kaum mukmin), maka ia telah meyakitiku.” Sementara jika pihak lain berasal dari kaum kafir, maka, hubungan kita dengan mereka harus berdasarkan kaidah “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Dalam setiap kondisi tersebut, sesungguhnya hubungan kaum muslimin dengan pihak lain bisa dirangkum dalam
sebuah hadits Rasulullah Saw “Seorang muslim adalah orang yang membuat manusia lain selamat dari tangan dan lisannya.” 

Dalam konteks kesatuan berbangsa inilah, maka para pendiri Negara ini sejak awal telah merumuskan empat pilar kebangsaan agar Negara ini menjadi Negara yang kuat dan dapat
berdiri dengan tegak dan bisa bersaing dengan Negara lainnya, yakni : Pancasila, UUDNRI, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI.

Senin, 22 Februari 2016

Meruqyah dan Mentalqin dengan Alat Elektronik ada dalilnya?

Ponpes Shdiqiin Wara` Meruqyah dan Mentalqin dengan Alat Elektronik ada dalilnya?
Guru ngaji  PP Shidiqiin Wara` YGNI 


Sebagai Muslim tiap diharuskan hidup sesuai dengan sunnah nabi, tiap golongan itu mempercayai dan menyakini pernyataan tersebut. Yang menjadi pertanyaan penafsirannya mengikuti golongan apa? Yang sering terjadi di wilayah kami dan lainnya bahwa selain golongan Salafi adalah sesat dan menyesatkan. Menurut Pimpinan Ponpes Shidiqiin Wara`, Raras Wuri mengatakan bahwa Pengakuan golongan Salafi yang mengaku paling selamat dan paling suci sudah diluar dalil al-quran, bahkan mereka bisa dikatakan sebagai orang-orang syirik (musyrik).

Berdasarkan pengalaman yang diketahuinya, Orang Salafi suka membid`ahkan dan mengkafirkan gologan lain selain Salafi. Namun tidak pernah melihat apa yang menjadi kebiasaan dan kegiatan mereka yang tidak sesuai sunnah nabi juga banyak dilakukan. Kalau diungkapkan kepada mereka tentu akan dijawab itukan hanaya OKNUM.
PP Shidiqiin Wara` YGNI Purwojati 


Seperti kejadian yang pernah diketahui oleh Raras Wuri bahwa ada orang yang kesurupan distelkan atau diperdengarkan murotal / bacaan alquran bukan diruqyah sendiri. Hal ini aneh karena kejadian ditempat wilayah kami padahal itu tidak ada dalilnya sedikitpun, Raras yang biasa meruqyah berdasarkan al-quran dan haditd dikafirkan dan dibid`ahkan oleh mereka padahal bacaan-bacaan sesuai dengan alquran hadits.

Kejadian kedua menurut Raras adalah ada seorang yang akan meninggal yang sudah mengalami sakit hampir setahun dan beberapa bulan tergeletak di tempat tidur ketika sedang sakaratul mautpun diperdengarkan murotal, itu juga tidak ada dalilnya sedikitpun. Padahal orang yang sakaratul maut pernah mengatakan Raras Wuri itu gila dan merusak Salafi khususnya di Purwojati. Padahal menurut Raras, Belum pernah mengatakan sebagai orang Salafi atau menjelek-jelekan salafi. Lebih lanjut dikatakan bahwa Bapaknya Raras Wuri yaitu Kyai Muhammad Syechan juga didatangi orang Salafi tersebut bahwa Beliau sesat dan menyesatkan sehingga harus segera bertobat. Raras dan Bapaknya sewaktu masih hidup mendoakan agar yang mengatakan itu diberi petujuk kalau tidak agar allah membuktikan kebenarannya, 
PP Shidiqiin Wara` melayani penyembuhan ruqiah syar`iyah

Sehingga Ketika orang Salafi tersebut mau meninggal diberi sakit yang tidak bisa sembuh-sembuh lumpuh dan lainnya sedangkan Kai Muhammad Syechan Mati dengan sakit sebentar pada hari Jumat. 

Dari hal itu maka perlu Raras Wuri membuat klarifikasi dan penjelasan tentang kami yang dituduh sesat menyesatkan dengan mereka yang mengaku paling benar namun tidak melakukan berdasarkan sunnah. Aneh

Rabu, 08 April 2015

Kyai Muhammad Syechan Mengembangkan Teori Kurikulum Shidik

Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati. Kyai Muhammad Syechan Mengembangkan Teori Kurikulum Shidik
Pengembangan Kurikulum Kyai Muhammad Syechan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan menyesuaikan lingkungan sekitar. Pengembangan Kurikulum dilakukan sederhana namun sangat baik yang dibutuhkan olejh santri. Pengembangan Kurikulum oleh sang Kyai Muhammad Syechan merupakan bukti sang kyai terhadapa pentingnya pendidikan yang berkualitas.

Kurikulum Shidik
Pengertian Kurikulum Shidik ..... bersambung


Jumat, 06 Maret 2015

Yayasan Guru Ngaji Indonesia

Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia-YGNI
YGNI-Yayasan Guru Ngaji Indonesia
Yayasan Guru Ngaji Indonesia (YGNI) merupakan pendiri dari Pondok Pesantren Vokasi Shidiqiin Wara` Purwojati. Yayasan yang sudah didirikan sejak 2006 di Jakarta. Yayasan YGNI telah membuka cabang diberbagai tempat diantaranya Depok, Banyumas,  Kebumen, Serang, Cilacap, Dan lainnya.
......





Yayasan Guru Ngaji Indonesia (YGNI) membidani pendirian Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia (FKGNI). FKGNI juga didirikan diberbagai tempat. FKGNI sebagai forum untuk mewadahi aspirasi guru ngaji dan menyatukan langkah untuk kesejahteraan bersama.

Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia-FKGNI
Forum Komunikasi Guru Ngaji Indonesia-FKGNI

Jumat, 06 Februari 2015

#BersihNegeriku

Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar di dunia, ada islam yang mengaku pemeluk Islam yang sesuai nabi/ mirip tingka laku nabi ada yang liberal dan lainnya. tetap dari penduduk terbesar tersebut 95 % mereka tidak melaksanakan hidup bersih. Hidup bersih meliputi dari jiwa, raga, makanan, lingkungan dan lainnya.

Kelompok yang mengaku sesuai nabipun terhadap kebersihan, ketertiban dan kenyamanan sangat bertentangan dengan apa yang dicontohkan nabi Muhammad. Jangan mengaku Islam sesuai nabi atau pengikut nabi kalau kita tidak bisa mencontoh hidup tertib dan bersih seperti yang dicontohkan nabi  dan bersihMuhammad SAW.

Pendiri cikal bakal Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati Kyai Hasan Amarta (Sanmarta) sangat terkenal dalam kebersihan lingkungan. Sehingga waktu tidak ada lingkungan sebersih lingkungan ponpes Amarta. Ponpes dikenal bersih karena menjalankan perintah nabi untuk selalu menjaga kebersihan hati, ucapan, badan dan tempat atau lingkungan kita.

Kebiasaan itu diteruskan oleh Kyai Muhammad Syechan untuk selalu bersih.Kalau kyai Amarta sangat terkenal dengan bersih lingkungan/ tempat tapi kalau Kyai Muhammad sangat terkenal dengan bersih ucapan dan makanannya dari hal-hal yang diharamkan.

Mereka adalah tokoh-tokoh #laboratorebel untuk budaya yang buruk disekitar,sehingga mereka memberontak atas budaya-budaya yang tidak sesuai dengan nurani manusia dan keinginan sang pencipta.

Mulai diri kita, keluarga dan lingkungan , mari kita lakukan perubahan untuk hidup tertib

Mati Lebih Baik, Bila Fitnah merajalela di Indonesia

Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati. Mati Lebih Baik, Bila Fitnah merajalela di Indonesia

Indonesia sedang dilanda fitnah, fitnah politik, agama, sosial dan lainnya, Semua pihak baik rakyat dan pejabat hanya mementingkan jabatan, kekayaan pribadi dan golongannya dengan mengorbankan orang lain. Apa saja menjadi halal asal tujuan tercapai, sudah pasti banyak cara yang tidak diridhoi oleh tuhan. Apakah kelakuan mereka tidak akan dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat?

Rakyat sudah menjadi korban, oleh ulah pemimpin dan pejabat begeri ini, Seharusnya mereka memikirkan kepentingan rakyat bukannya kepentingan pribadi dan golongannya. Mereka sudah menyia-nyiakan amanah, bahkan sudah membuat tumbal untuk kepentingan mereka.

Menurut nabi Muhammad SAW. kalau kita mengalami banyak fitnah dalam negeri ini, maka magti adalah lebih baik daripada hidupnya.. Tapi akan lebih baik lagi bila kalau bisa memisahkan dari urusan politik mereka dan kebusukan mereka. Pemimpin dan pejabatseperti ini yang akan membawa bencana bagi rakyat, lebih-lebih kalau didukung oleh kyai politik gila jabatan dan proposalserta dari dunia akademis khususnya dari dosen yang berpikir secara sempit /kelompok. Sebagai contoh sekarang semua akademis dari kalangan nahdliyin sangat mendukung Mendikbut, Anies Baswedan yang sangat didukung dari kalangan nahdliyin padahal menteri itu adalah penyebar paham Liberaris Islam yang sangat ditentang kaum santri tradisional. Coba menterinya dari kalangan Muhammadiyah atau PKS maka pasti akan dicela habis-habisan walau sesuai dengan keilmuan akademis.

Semoga Allah menyadarkan para Pemimpin dan pejabat negeri ini, dan mereka selalu diberi kekuatan dan petunjuk dalam membela rakyatnya. Namun bila mereka hanya memikirkan pribadi, keluarga, kelompoknya maka aku memohon kepadamu sesuai perintahmu dan perintah nabimu, siapa saja yang tidak kuasa untuk merubah maka rubahlah dengan mulut kami (doa dan hati kita). maka melalui tulisan ini ya Allah aku memohon dengan sangat agar mereka para Pemimpin dan Pejabat yang selalu membuat fitnah dan kehancuran dinegeri ini serta hanya memikirkan kepentingan pribadi, keluarga dan golongannya maka hancurkanlah jiwa-raga, keluarga, harta, jabatan bersama kelompoknya baik dari golongan jin dan manusia, laki-laki maupun perempuan, besar maupun kecil.

Ya allah kami sudah muak dengan berbagai fitnah yang dibuat mereka, jangan biarkan mereka berbuat kedzoliman yang melampaui batas. hancurkanlah dalam waktu yang dekat agar orang-orang lain bisa mengambil pelajaran. Aku menagih janjimu ya allah. alhamdulillahirobil`alamiin.


Minggu, 14 Desember 2014

Ponpes Shidiqiin Wara` Purwojati Sebagai Pesantren Vokasi Pertama Di Indonesia

Pondok Pesantren (PonPes) Vokasi Shidiqiin Wara` Purwojati Banyumas merupakan pesantren yang mengujicobakan pendidikannya sebagai pesantren Vokasi. Dalam Pendidikan era globalisasi pesantren Vokasi sangat dibutuhkan di Indonesia. Indonesai sebagai negeri pesantren terbesar di dunia sudah sepantasnya menjadikan pesantren sabagai basis vokasi di Indonesai.
Sarana dan Prasarana PP Shidiqiin Wara` Purwojati Banyumas
Tempat Praktek Perikanan PP Shidiqiin Wara` YGNI Purwojati


Ponpes Vokasi Shidiqiin Wara` bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu lulusan pesatren sehingga lulusannya mampu menjadi penggerak pembangunan di Indonesai. ...











Sarana dan Prasarana PP Shidiqiin Wara` Purwojati Banyumas
Kolam Ke-2 dari 8 Tempat Belajar Santri PP Shidiqiin Wara` Purwojati Banyumas

DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas