Selasa, 15 Maret 2016

Manhaj Sunnah yang Keliru

PP. SHidiqiin Wara` Purwojati. Manhaj Sunnah yang Keliru


Indonesia yang Getol bela bukan Arab Saudi
Sekarang banyak umat yang mengikuti manhaj sunnah, yaitu manhaj yang sesuai dengan ucapan, perilaku nabi Muhammad. Manhaj sunnah ini sering mengkafirkan orang (kelompok) lain bagi yang tidak sejalan.

Manhaj sunnah harusnya sesuai benar dengan syariah dan akhlaq Nabi Muhammad SAW. Dalam alquran jelas salah satunya adalah cinta terhadap kaum Muslimin bersikap keras terhadap kaum kufar. bukan menjadikannya teman dan meninggalkan orang Islam. Ber-Manhaj Sunnah Harus Peduli Terhadap Sesama Muslim

Negara arab menjadi pangkalan AS dari dahulu, sudah jutaan orang Islam dibantai melalui pangkalan di Arab tersebut baik itu Afganistan, Irak, Suriah dan lainnya. Apakah pemahaman manhaj tersebut yang membiarkan bahkan membantu pembantaian umat Islam itu adalah bermanhaj sunnah?
RI Rajin membelanya, Arab senang berteman AS
Coba renungkan secara mendalam dan memohon kepada Allah apakah itu suatu ajaran Islam sesuai sunnah atau tidak? kalau ya maka kuatkanlah keyakinanmu itu tapi kalau tidak sesuai sunnah kami pertanyakan keimanan manhaj sunnah tersebut. Mereke mengaku manhaj sunnah tapi jauh dari nilai-nilai ajaran nabi Muhammad. Berpegang Manhaj Sunnah Tapi tidak Totalitas, itulah mereka


Allah dan rasulnya banyak mencela orang-orang yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Bahkan dicap sebagai Kafir, orang-orang yang tidak peduli terhadap sesamanya. Dalam hadits dibawah ini
Korban Palestina-Manhaj Sunnah dan Imam di Arab-mu Memiarkan ini terjadi 


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, Nabi ﷺ bersabda,
ماَ زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِي بِالْجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثه
“Jibril selalu berwasiat kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga sampai aku mengira bahwa dia (Jibril) akan menetapkan warisan bagin tetangga.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Korban Suriah yang dibombardir AS dan Sekutunya, Apa Aqidahmu?

Renungkanlah hadits ini. Renungkanlah betapa besar hak tetangga.
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda
وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللهِ لاَ يُؤْمِنُ. قِيْلَ: مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidak beriman!” Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Jawab beliau, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. al-Bukhari).
Dalam riwayat Imam Muslim:
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim).
Nabi ﷺ juga bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia berbuat baik kepada tetangganya.” (HR. Muslim no. 47)
Hadits-hadits ini –dan masih banyak hadits lainnya- menjelaskan tentang hak seorang tetangga. Mengapa demikian? Karena Allah hendak menjadikan hubungan bertetangga adalah hubungan yang bermanfaat antara satu dengan yang lainnya. Allah ﷻ agar kehidupan bertetangga bukanlah kehidupan saling mengganggu dan menyakiti. Oleh karena itu, banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang kedudukan tetangga.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)
JUGA LIHAT HADITS
Teks dan Terjemah Hadits

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَفَسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَ نَفَّسَ اللهُ عَنْ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَاللهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَاكَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيْهِ. (أخرجه مسلم)

 “Dari Abu Hurairoh berkata, Rasulullah SAW. Bersabda, ‘’barang siapa melepaskan dari seorang muslim satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di dunia, niscaya Allah melepaskan dia dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan barang siapa member kelonggaran kepada orang yang susah, niscaya Allah akan member kelonggaran baginya di dunia dan akhirat; dan barang siapa menutupi aib seorang muslim,  niscaya Allah menutupi aib diadi dunia dan di akhirat. Dan Allah selamanya menolong hamba-Nya, selama hambanya menolong saudaranya. (H.R.Muslim)
Dalam hadits lain Rasulullah saw. menyatakan:

عَنْ أَبِيْ مُوْسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا. (أخرجه البخارى)

Diriwayatkan dari Abi Musa ra. di berkata, "Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Orang mukmin yang satu dengan yang lain bagai satu bangunan yang bagian-bagiannya saling mengokohkan. (HR. Bukhari)

Dalil-Dalil Pelarangan Mengambil Wali Selain Orang Islam

Surat Ali Imran/3:28
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (teman akrab) diluar orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian maka tiada baginya sesuatu (pertolongan) dari Allah, kecuali kamu menjaga diri dari mereka sesuatu yang ditakuti.

Berkait dengan turunnya ayat di atas IbnuAbbas meriwayatkan bahwa saat Rasulullah saw keluar pada perang Ahzab, Ubadah bin Shamit mengatakan bahwa ia mempunyai 500 orang teman Yahudi dan mengusulkan kepada Nabi untuk mengajak mereka menghadapi musuh bersama supaya dapat mengalahkan mereka, lalu Allah menurunkan ayat tersebut.

Surat Al Maidah/5:51
Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan orang-orang nashrani sebagai wali (kawan setia), sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa menjadikan mereka sebagai wali, maka ia termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang dlalim

Berkait dengan ayat diatas, Imam Baihaqi meriwayatkan bahwa ada 2 orang yang telah mengadakan perjanjian setia dengan Bani Qainuqa’ yaitu Abdullah bin Ubay bin Salul dan Ubadah bin shamit. Pada saat Bani Qainuqa’ memerangi Rasulullah saw, Abdullah bin Ubay tetap memegang teguh perjanjiannya dengan Bani Qainuqa’ sedangkan Ubadah bin shamit melepaskan perjanjian itu dan menyatakan kesetiaannya kepada Rasulullah saw, lalu turunlah ayat tersebut.

Hadits Riwayat Muslim
Ada seorang laki-laki yang terkenal pemberani dan suka menolong menemui Rasulullah saw dan berkata,’Saya datang untuk ikut Anda dan memperoleh harta (rampasan bersama) Anda’. Rasulullah saw berkata,’Apakah kamu mempercayai Allah dan RasulNya? Dia menjawab,’Tidak’. Rasulullah saw menjawab,’Kembalilah, saya tidak akan meminta pertolongan kepada orang musyrik’. Peristiwa ini terjadi sampai tiga kali, Rasulullah tetap memberikan jawaban yang sama dan terkhir orang itu menyatakan keberimanannya kepada Allah dan RasulNya barulah Beliau mengijinkan untuk mengikuti perang bersamanya.

Kesimpulannya adalah
  1. Orang Beragama bukan hanya rajin sholat dan tepat waktu sholatnya (kalau tidak peduli tetangga sholat tersebut tidak dianggap oleh Allah)
  2. Muslim tidak hanya berjenggot, tidak berisbal, bercadar dll tapi harus peduli kepada muslim lainnya. Indonesia negara dicap kafir tetapi paling getol dalam pembelaan Kemerdekaan Palestina, Arab saudi dirujuk dan diakui sebagai pusat manhaj salaf tetapi tidak pernah serius membela Palestina bahkan menjadi pangkalan AS untuk membantai Islam. Uang-uang konglomerat dari arab disimpan dalam bank-bank AS bunganya tidak diambil tetapi bunga itu dipakai untuk membuat senjata yang dipakai membantai negara-negara Islam.
  3. Hanya orang-orang yang bodoh mengaku Islam paling baik (paling sesuai Nabi Muhammad / Sunnah ) tetapi sesama saudaranya selalu mengkafirkan. Catatan dalam perkembangan awal paham manhaj salaf membantai orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Indonesia tidak ada pernah kasus pembantaian manhaj salaf oleh orang-rang yang berpaham berkembang dahulu di Nusantara. 
  4. Maka kita harus perbaiki pengertian manhaj terlebih dahulu. Baru kita melakukan tindakan sesuai manhaj tersebut.

Ya Allah, Orang-orang yang mengaku bermanhaj sunnah tetapi tidak sesuai dengan alquran meninggalkan kaum Muslimiin dan berteman dengan orang-orang kafir beserta pengikut-pengikutnya, negaranya, imam-imam mereka itu benar maka kuatkanlah keimanan mereka Tetapi senaliknya ya Allah kalau msereka itu salah maka berilah mereka petunjuk yang benar tentang aqidah mereka.

Ya Allah, mereka mengaku golongan mereka adalah yang paling benar dan lainnya adalah sesat, kalau kenyataan ini benar sesuai dengan alquran maka kuatkanlah mereka diatas dunia ini bahkan diakhiratnya nanti. Tetapi bila mereka itu merupakan pemahaman salah maka berilah mereka petunjuk atas kesalahan-kesalahan akidah dan keyakinan mereka.

Ya Allah kalau mereka yang simpati atau membiarkan negara pusat Islam dijadikan pangkalan orang kafir untuk menghancurkan itu benar maka kuatkanlah negara dan golongan keagamaan mereka, imam-imam mereka dan pengikut-pengikutnya untuk tetap berdakwah. Tetapi kalau mereka (Negara, golongan dan pengikutnya) ang salah maka hancurkan gerakannya karena akan merusak keiaman banyak orang. Ya allah kalau memang kami yang menuntut keadilan dan janjimu dalam alquran malah yang salah maka kami bersedia untuk dihukum sesuai ketentuan-Mu,

Ya Allah dengan berwasilah amal kami khususnya bacaan-bacaan alquran khusunya alfatihah, alkahfi dan lainnya maka saya mohon kabulkanlah hajat kami ya allah, Sesungguhnya Engkau maha mendengar dan mengabulkan doa serta maha kuasa atas segala sesuatu dan menepati janji-Nya.





0 komentar:

Poskan Komentar

DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas