Sabtu, 30 Mei 2015

Rapat dan Pawai Akbar HTI bentuk Protes atas Kemiskinan dan Ketidakadilan

HTI pada hari ini 30 Mei 2015 mengadakan Rapat dan Pawai Akbar (RPA) untuk membahas berbagai permasalahan Umat termasuk menuntut negara agar membantu pengungsi Rohingya.  RPA diadakan di 36 kota diseluruh Indonesia Berawal dari kota Jayapura-Papua sebagai pembuka rangkaian acara Rapat dan Pawai Akbar 1436 H dan berakhir sebagai puncaknya di Gelora Bung Karno-Bundaran HI Jakarta pada tanggal 30 Mei 2015. RPA mempunyai tema “Bersama Umat Tegakkan Khilafah”, dan “Selamatkan Indonesia dari Ancaman Neoliberalisme dan neoimperialisme” diantara 36 kota tersebut adalah : Jayapura, Batam, Bau Bau, Lampung, Bengkulu, Mamuju, Mataram, Medan, Padang, Palangkaraya, Palembang, Palu, Pekanbaru, Samarinda, Semarang, Sorong, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Banjarmasin, Lubuk Linggau, Pangkal Pinang, Jambi, Ketapang, Kupang, Pontianak, Ternate

Di Masa Pemerintahaan sekarang yang dianggap sudah membuat penderitaan semakin parah, HTI memberikan alasan bahwa Sebagian orang berharap, presiden baru, Jokowi yang memiliki popularitas luas di tengah masyarakat, akan bisa menyelesaikan masalah-masalah itu, setidaknya meringankan dampak buruknya terhadap masyarakat. Nyatanya, setelah enam bulan menerima tampuk pemerintahan, berbagai masalah itu bukan teratasi, tetapi semakin meningkat dan meluas. Presiden baru itu membuat kebijakan yang membuat rakyat kian menderita. Tanpa belas kasihan, dia menaikkan harga BBM dan menghapus subsidi BBM. Akibatnya, harga-harga berbagai kebutuhan pokok dan jasa mengalami kenaikan. Harga beras, cabe, daging dan berbagai kebutuhan pokok lain terus merangkak naik. Tak hanya BBM, Pemerintah juga menaikkan harga gas LPG kemasan 12 kg dan 3 kg dan tarif listrik. Di samping itu, kurs dolar AS terhadap rupiah juga terus melonjak hingga menembus Rp 13.000 perdolar. Realita ini mulai menimbulkan kekecewaan terhadap presiden baru.

Akibatnya, hidup rakyat semakin susah dan menderita. Berbagai kejahatan seperti pencopetan, perampokan, pembegalan serta pembunuhan, peredaran narkoba dan perbuatan tindak asusila dengan dalih kebutuhan ekonomi terlihat semakin meningkat. Praktik korupsi dan menilap uang rakyat juga tak kunjung berhenti.
Kemampuan Islam mewujudkan kesejahteraan untuk masyarakat telah diakui oleh para penulis yang jujur dari kalangan non-Muslim. Will Durant, dalam The Story of Civilization, vol. XIII, menulis: Para khalifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan kerja keras mereka. Para khalifah itu juga telah menyediakan berbagai peluang untuk siapapun yang memerlukannya dan memberikan kesejahteraan selama berabad-abad dalam wilayah yang sangat luas. Fenomena seperti itu belum pernah tercatat dalam sejarah setelah zaman mereka. Kegigihan dan kerja keras mereka menjadikan pendidikan tersebar luas hingga berbagai ilmu, sastra, filsafat dan seni mengalami kemajuan luar biasa, yang menjadikan Asia Barat sebagai bagian dunia yang paling maju peradabannya selama lima abad.

0 komentar:

Poskan Komentar

DUKUNG PENDIRIAN MARKAS YGNI BANYUMAS-PROGRESS REPORT: DANA TERKUMPUL 25,6 JUTA DARI 350 JUTA-SELURUH DANA DARI BP_MAKMUR

Logo Baru YGNI Banyumas

Logo Baru YGNI Banyumas
Perubahan Logo Baru YGNI Banyumas